unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Profil Tampang Devit Febriansyah, Mahasiswa yang Lolos ITB dan Dijemput Langsung Oleh Rektor dari Lereng Gunung Singgalang, Lengkap: Umur, Agama dan IG
News

Profil Tampang Devit Febriansyah, Mahasiswa yang Lolos ITB dan Dijemput Langsung Oleh Rektor dari Lereng Gunung Singgalang, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Profil Tampang Devit Febriansyah, Mahasiswa yang Lolos ITB dan Dijemput Langsung Oleh Rektor dari Lereng Gunung Singgalang, Lengkap: Umur, Agama dan IG
Devit • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Profil Tampang Devit Febriansyah, Mahasiswa yang Lolos ITB dan Dijemput Langsung Oleh Rektor dari Lereng Gunung Singgalang, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Siapa Devit Febriansyah? Sosok Inspiratif dari Lereng Gunung Singgalang yang Diarak ke ITB oleh Rektor

Seorang pemuda bernama Devit Febriansyah tengah menjadi sorotan publik. Kisah perjuangannya dalam meraih pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyentuh hati banyak orang. Bahkan, pihak kampus secara istimewa menjemput Devit langsung di kediamannya di Sumatera Barat. Tak hanya itu, warga sekitar juga turut berpartisipasi dengan cara patungan untuk membiayai ongkos kuliahnya.

Kisah luar biasa ini mulai menyebar luas setelah akun Instagram resmi @itb1920 mengunggah video kunjungan Rektor ITB ke rumah Devit. Video tersebut kemudian dibagikan ulang oleh akun Twitter @jasontoddreveng pada 10 Juni 2025 dan dengan cepat menjadi viral. Dalam waktu singkat, cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 805.8 ribu pengguna Twitter , menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kisah Devit.

Viral karena Diarak Rektor ITB
Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik tersebut, tampak Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, beserta sang istri datang langsung ke kediaman Devit di Lereng Gunung Singgalang, Sumatera Barat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga besar Devit serta warga sekitar.

"Ini momen yang sangat langka. Banyak calon mahasiswa yang lolos perguruan tinggi namun harus gigit jari karena terkendala biaya. Melihat rektor ITB turun langsung memberikan dukungan seperti ini, rasanya sangat menginspirasi," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan tersebut.

Perjuangan Anak Petani Kayu Menuju ITB
Devit Febriansyah adalah alumni SMAN 1 Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia diterima di Program Studi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Namun, meski sudah lolos seleksi, ia sempat khawatir akan kendala finansial.

Lahir dari keluarga sederhana, ayah Devit bekerja sebagai tukang angkut kayu, sedangkan ibunya mencari nafkah dengan membuat sisir kayu manis. Mereka tinggal di sebuah rumah yang bukan milik sendiri. Meski begitu, semangat Devit tak pernah padam.

"Kami tidak punya banyak uang, tapi kami selalu mendukung impian anak kami," kata salah satu kerabat Devit saat ditemui di rumahnya.

Warga Patungan Ongkos Kuliah
Melihat potensi besar yang dimiliki Devit, warga sekitar pun tidak tinggal diam. Mereka sepakat melakukan inisiatif patungan untuk membantu biaya hidup dan transportasi Devit ke Bandung. Setiap warga memberikan kontribusi sesuai kemampuan, baik dalam bentuk uang maupun barang.

"Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama tetangga. Devit adalah harapan baru bagi daerah kita, dan kita semua ingin dia sukses," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Apresiasi dari ITB dan Paragon Corp
Kedatangan Rektor ITB ke rumah Devit bukan hanya sekadar simbolisasi apresiasi, tetapi juga membawa bantuan nyata. Selain memberikan dukungan moral, Prof. Tatacipta juga menyerahkan hadiah berupa laptop, uang tunai, dan buku biografi Nurhayati Subakat, pendiri Paragon Corporation.

Nurhayati Subakat sendiri merupakan sosok inspiratif yang lahir dari keluarga sederhana dan berhasil membangun bisnis raksasa seperti Wardah Cosmetics. Pemberian buku tersebut tentu memiliki makna mendalam bagi Devit.

"Saya sangat terharu dan bersyukur. Terima kasih kepada pemerintah atas program KIP-K, terima kasih juga kepada ITB dan Paragon Corp yang telah memberikan dukungan luar biasa ini," ucap Devit dengan penuh syukur.

Harapan Baru dari Daerah Terpencil
Kisah Devit Febriansyah menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih meskipun dengan keterbatasan. Keberhasilannya lolos ke ITB sekaligus menjadi motivasi bagi para pelajar lain yang berasal dari daerah pedalaman atau keluarga kurang mampu.

Pihak ITB sendiri menyampaikan apresiasi atas semangat juang Devit dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikannya. "Kami bangga memiliki calon mahasiswa seperti Devit. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi emas," tutur Humas ITB.

Kesimpulan: Inspirasi dari Negeri Minang
Kisah Devit Febriansyah bukan hanya soal keberhasilan masuk ITB. Lebih dari itu, ia adalah cerminan semangat pantang menyerah, kekompakan masyarakat, dan apresiasi institusi pendidikan terhadap bakat-bakat luar biasa dari pelosok negeri.

Kisah seperti ini layak menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Semoga perjalanan Devit di ITB dapat membuka jalan bagi lebih banyak kesempatan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat Sumatera Barat secara umum.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru