unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Purbaya: Kinerja Fiskal April 2026 Lampaui Prediksi Pengamat
News

Purbaya: Kinerja Fiskal April 2026 Lampaui Prediksi Pengamat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa laporan APBN KiTA (Kinerja dan Fakta) periode April 2026 menunjukkan hasil yang melampaui prediksi para pengamat.

Pernyataan ini disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya memastikan laporan tersebut akan dirilis secara resmi dalam konferensi pers pada Selasa (19/5). Ia menegaskan bahwa hasil laporan mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang kuat.

"Yang penting gini, besok saya ini, akan ada APBN KiTA, laporan APBN KiTA sampai April. Itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat itu," ujar Purbaya.

Menurutnya, posisi fiskal pemerintah tetap terjaga dengan baik meskipun ada tekanan eksternal global. Ia juga menanggapi kritik dari pihak luar negeri yang menilai kondisi fiskal Indonesia bermasalah.

Purbaya menjelaskan bahwa strategi pembangunan ekonomi pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong peran aktif sektor swasta.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, yang merupakan hasil kombinasi kontribusi berbagai sektor ekonomi.

Ia menilai capaian tersebut menjadi prestasi penting karena terjadi saat perekonomian global tengah tertekan. "Kondisi fundamental ekonomi kita bagus.

Fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN KiTA, yang sebagian menurut majalah Economist bilang (fiskal) kita berantakan.

Enggak. Kita bagus sekali dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan," jelasnya.

Purbaya menambahkan bahwa percepatan ekonomi sudah mulai terlihat sejak akhir tahun lalu dan berlanjut pada awal 2026.

Kebijakan reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelum gejolak global menjadi faktor utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa kritik dari majalah Economist yang menyebut fiskal Indonesia berantakan tidak tepat.

Ia menyatakan bahwa kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia sangat baik, dan pihak luar tidak memahami apa yang dikerjakan pemerintah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru