Xiaomi dikabarkan membatalkan rencana merilis ponsel dengan ketebalan hanya 5,5 milimeter. Keputusan ini diambil karena masalah pada baterai dan panas berlebih.
Ponsel super tipis tersebut sebenarnya sudah hampir siap diproduksi. Namun, tim pengembang menemukan kendala serius pada manajemen termal dan kapasitas baterai.
Dengan ketebalan hanya 5,5mm, ruang untuk baterai menjadi sangat terbatas. Akibatnya, kapasitas baterai tidak bisa memenuhi standar penggunaan harian yang diinginkan.
Selain itu, komponen internal yang terlalu rapat menyebabkan panas mudah terperangkap. Hal ini berisiko menurunkan performa dan memperpendek usia pakai perangkat.
Xiaomi memutuskan untuk menghentikan proyek ini demi menjaga kualitas produk. Perusahaan tidak ingin mengorbankan pengalaman pengguna demi mengejar desain yang ekstrem.
Keputusan ini menunjukkan prioritas Xiaomi pada keseimbangan antara desain dan fungsionalitas. Ponsel tipis memang menarik, tetapi tidak boleh mengorbankan aspek penting seperti daya tahan baterai dan suhu operasional.
Belum ada informasi apakah Xiaomi akan mencoba kembali desain serupa di masa depan. Untuk saat ini, fokus perusahaan beralih ke pengembangan model lain yang lebih matang.
Pengamat menilai langkah ini tepat mengingat banyak produsen lain juga menghadapi tantangan serupa. Ponsel ultra tipis seringkali mengorbankan baterai dan pendinginan yang memadai.