unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Tips Memilih Semangka Manis Tanpa Perlu Mengetuknya
Lifestyle

Tips Memilih Semangka Manis Tanpa Perlu Mengetuknya

Semangka utuh di atas meja kayu
Semangka utuh di atas meja kayu
A A Ukuran Teks16px

Semangka menjadi salah satu buah favorit saat cuaca panas, tetapi rasa manis dan teksturnya bisa sangat bervariasi. Hal ini sering membuat pembeli kesulitan memilih yang tepat.

Banyak kiat tradisional beredar, seperti mengetuk semangka untuk mendengar bunyinya atau memeriksa garis-garis dan tangkainya. Namun, adakah cara yang benar-benar bisa diandalkan?

Cara Ilmiah Memilih Semangka Manis

Para ahli menyarankan untuk memeriksa ukuran dan warna 'pusar' semangka, yaitu lingkaran kecil di sisi berlawanan dari tangkai.

Semakin kecil tanda tersebut, semakin besar kemungkinan daging buahnya padat.

Jika area sekitar pusar berwarna kuning tua atau oranye, itu menandakan semangka matang sempurna sebelum dipanen. Warna pucat atau putih bisa berarti buah masih kurang matang.

Saat ukuran semangka serupa, bandingkan beratnya.

Semangka yang lebih berat cenderung memiliki daging lebih padat dan kadar air tinggi, yang dapat meningkatkan rasa manis dan tekstur.

Kondisi tangkai juga bisa menjadi petunjuk.

Tangkai yang cokelat dan kering menandakan semangka punya cukup waktu untuk matang, sedangkan tangkai hijau segar mengindikasikan buah dipetik terlalu awal.

Lalu, bagaimana dengan kebiasaan mengetuk?

Para ahli mengatakan mengetuk saja tidak cukup akurat untuk menentukan kemanisan, dan bunyi bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap orang.

Kepercayaan bahwa semangka bertepung putih di permukaan lebih manis juga tidak berdasar ilmiah. Penelitian menunjukkan zat putih itu adalah silika.

Gagasan bahwa garis-garis lebih gelap dan banyak menandakan rasa lebih baik juga tidak bisa diandalkan, karena pola garis tergantung pada varietas semangka.

Semangka kaya akan air serta vitamin A, B, dan C, sehingga cocok untuk menghilangkan lelah dan mendinginkan tubuh saat musim panas.

Karena ukurannya besar, banyak orang menyimpan sisa dengan menutup permukaan potongan menggunakan plastik wrap.

Namun, kebiasaan ini justru bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri.

Menurut analisis Badan Konsumen Korea, bakteri pada permukaan potongan meningkat 3.000 kali lipat setelah semangka terbungkus plastik disimpan di lemari es bersuhu 4 derajat Celsius.

Para ahli merekomendasikan untuk memotong sisa semangka menjadi potongan lebih kecil dan menyimpannya dalam wadah kedap udara.

Para ahli juga menyarankan untuk memeriksa kondisi tangkai semangka.

Tangkai yang berwarna cokelat dan kering menandakan semangka memiliki cukup waktu untuk matang sebelum dipanen, sementara tangkai yang masih hijau segar bisa mengindikasikan buah dipetik terlalu awal.

Kepercayaan umum lainnya adalah bahwa semangka yang menghasilkan suara dalam dan bergema saat diketuk menandakan kemanisan.

Namun, para ahli mengatakan bahwa mengetuk saja tidak dapat secara akurat menentukan kemanisan, dan suara tersebut dapat ditafsirkan berbeda tergantung pada individu.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa semangka dengan bubuk putih di permukaannya lebih manis, tetapi tidak ada dasar ilmiah untuk ini.

Dokumen dan penelitian telah mengidentifikasi zat putih tersebut sebagai silika.

Gagasan bahwa garis-garis yang lebih gelap dan lebih banyak menunjukkan rasa yang lebih baik juga dianggap tidak dapat diandalkan, karena pola garis terutama tergantung pada varietas semangka.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru