unique visitors counter
⌂ Beranda › Ragam › Dari Giza ke Bojongsoang: Cara Seniman Menjaga Ingatan Persib
Ragam

Dari Giza ke Bojongsoang: Cara Seniman Menjaga Ingatan Persib

Patung tokoh Persib Bandung karya seniman Iwonk di Bojongsoang
Patung tokoh Persib Bandung karya seniman Iwonk di Bojongsoang
A A Ukuran Teks16px

Seorang seniman asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, memilih cara unik untuk menjaga ingatan tentang Persib Bandung.

Iwonk, demikian ia biasa disapa, telah membuat patung empat tokoh penting Persib dalam lima bulan terakhir.

Patung-patung itu dibuat karena Iwonk menilai keempat tokoh tersebut berperan besar bagi kesuksesan Persib.

Mereka adalah sosok yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan klub kebanggaan Jawa Barat itu.

Proses Kreatif di Bojongsoang

Iwonk mengerjakan patung-patung tersebut di studionya yang berada di Bojongsoang. Lokasi ini menjadi saksi bagaimana ia menuangkan kreativitas untuk mengabadikan figur-figur legendaris Persib.

Dalam proses pembuatannya, Iwonk menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Ia mengandalkan keterampilan tangan untuk menghasilkan detail yang mirip dengan tokoh aslinya.

Setiap patung membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak sebentar. Iwonk harus teliti agar hasilnya sesuai dengan karakter dan ciri khas masing-masing tokoh.

Empat Tokoh yang Diabadikan

Keempat tokoh Persib yang dibuat patungnya oleh Iwonk memiliki latar belakang berbeda. Mereka adalah individu yang pernah berjasa dalam berbagai aspek, mulai dari pemain hingga ofisial.

Salah satu tokoh yang diabadikan adalah legenda hidup Persib yang namanya harum di kalangan Bobotoh.

Sosok lainnya juga tak kalah penting dalam sejarah panjang klub berjuluk Maung Bandung itu.

Iwonk sengaja memilih mereka karena kontribusi yang tidak tergantikan. Menurutnya, tanpa peran tokoh-tokoh tersebut, Persib mungkin tidak akan mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Patung-patung itu menjadi pengingat bagi generasi muda tentang jasa para pendahulu. Iwonk berharap karya seninya bisa menginspirasi orang lain untuk turut melestarikan sejarah Persib.

Seni sebagai Media Ingatan

Bagi Iwonk, seni adalah cara paling efektif untuk menjaga ingatan kolektif. Patung, lukisan, atau karya seni lainnya bisa bertahan lebih lama dibandingkan cerita lisan.

Ia ingin agar jasa para tokoh Persib tidak dilupakan begitu saja. Dengan adanya patung, masyarakat bisa terus mengingat wajah dan perjuangan mereka.

Langkah Iwonk ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak yang menganggapnya sebagai bentuk penghormatan yang tulus terhadap sejarah klub.

Ke depannya, Iwonk berencana untuk terus berkarya. Ia ingin membuat lebih banyak patung tokoh Persib lainnya agar ingatan tentang mereka tetap hidup.

Karya-karya Iwonk juga bisa menjadi daya tarik wisata baru di Bojongsoang. Penggemar Persib dari berbagai daerah mungkin tertarik datang untuk melihat langsung patung-patung tersebut.

Dengan cara ini, seni tidak hanya menjadi ekspresi pribadi, tetapi juga alat untuk merawat sejarah. Iwonk membuktikan bahwa seorang seniman bisa berkontribusi bagi komunitasnya.

Semangat Iwonk patut dicontoh oleh seniman lain. Melestarikan sejarah melalui seni adalah langkah konkret yang bisa dilakukan siapa saja.

Persib Bandung sendiri memiliki basis penggemar yang sangat besar. Bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib, selalu setia mendukung tim kesayangannya.

Dengan adanya patung-patung ini, hubungan emosional antara klub, tokoh, dan penggemar semakin kuat. Ingatan tentang perjuangan masa lalu terus terjaga.

Iwonk berharap karyanya bisa menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang. Ia ingin agar anak cucu kelak tetap tahu siapa saja yang telah berjasa bagi Persib.

Proyek patung ini juga menunjukkan bahwa seni rupa bisa bersinergi dengan dunia olahraga. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan untuk menyatukan orang.

Bojongsoang, yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan industri, kini memiliki ikon baru. Studio Iwonk bisa menjadi tempat ziarah bagi para pecinta Persib.

Dari Giza hingga Bojongsoang, cara seniman menjaga ingatan memang beragam. Namun, tujuannya sama: agar sejarah tidak pernah pudar ditelan zaman.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru