Xiaomi resmi meluncurkan seri 17T, delapan bulan setelah perilisan 15T.
Pertanyaan yang sama kembali muncul: apakah Xiaomi 17T sudah cukup, atau lebih baik memilih 17T Pro dengan harga lebih tinggi?
Saat ini, selisih harga antara Xiaomi 17T dan 17T Pro sekitar €150. Perbedaan ini membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan.
Desain dan Dimensi
Kedua ponsel memiliki desain yang identik, dengan perlindungan IP68, Gorilla Glass 7i di depan dan belakang, serta bingkai aluminium.
Pilihan warna juga sama.
Namun, ukurannya berbeda.
Xiaomi 17T memiliki dimensi 157,6 x 75,2 x 8,17 mm dan berat 200 gram, sedangkan 17T Pro berukuran 162,2 x 77,5 x 8,25 mm dengan berat 219 gram.
Vanilla lebih ringkas dan ringan, cocok bagi pengguna yang menyukai ponsel kompak.
Layar
Xiaomi 17T membawa layar AMOLED 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz, resolusi 1268x2756 piksel, dan kecerahan puncak 1035 nit.
Sementara 17T Pro memiliki layar 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz, resolusi 1280x2772 piksel, dan kecerahan 1069 nit.
Kedua layar mendukung Dolby Vision dan HDR10+ dengan kedalaman warna 12-bit. Perbedaan refresh rate 144Hz pada Pro jarang dimanfaatkan secara optimal dalam penggunaan sehari-hari.
Baterai dan Pengisian Daya
Xiaomi 17T dibekali baterai 6.500 mAh dengan pengisian 67W, membutuhkan waktu 60 menit untuk pengisian penuh.
Sedangkan 17T Pro memiliki baterai 7.000 mAh dengan pengisian 100W, mampu terisi penuh dalam 44 menit.
Dalam pengujian, 17T Pro unggul di semua aspek daya tahan baterai. Selain itu, Pro mendukung pengisian nirkabel 50W dengan charger Xiaomi khusus.
Performa
Xiaomi 17T ditenagai chipset Dimensity 8500 Ultra (4 nm), sedangkan 17T Pro menggunakan Dimensity 9500 (3 nm).
Keduanya memiliki RAM 12GB dan penyimpanan dasar 256GB, namun Pro dapat dikonfigurasi hingga 1TB.
Hasil benchmark menunjukkan performa Pro jauh lebih tinggi: skor AnTuTu 2.795.030 vs 1.640.834, Geekbench 6 9.766 vs 6.607, dan 3D Mark Wild Life 6.939 vs 3.563.
Perbedaan mencapai 50-70% untuk CPU dan hampir dua kali lipat untuk GPU.
Kedua ponsel mendapatkan 5 pembaruan OS utama.
Kamera
Xiaomi 17T menggunakan sensor utama Light Fusion 800 (1/1,55 inci), sedangkan Pro menggunakan Light Fusion 950 (1/1,3 inci).
Keduanya 50MP dari OmniVision.
Kamera telefoto pada kedua model identik: Samsung 50MP JN5 dengan lensa setara 115mm. Kamera ultrawide 13MP dan selfie 32MP juga sama.
Pada siang hari, kualitas foto utama sulit dibedakan. Foto 2x dan ultrawide juga sangat mirip.
Menariknya, pada zoom 5x dan 10x, Xiaomi 17T justru menghasilkan gambar yang sedikit lebih tajam dibandingkan Pro.
Di kondisi minim cahaya, Pro unggul dalam bayangan yang lebih terang, namun 17T tetap menghasilkan foto yang baik.
Perbedaan tidak signifikan.
Video: Xiaomi 17T merekam hingga 4K60, sedangkan Pro menambahkan 8K30 dan 4K120. Kualitas video siang hari baik, namun 17T menang dalam ketajaman zoom 5x dan 10x.
Video malam hari juga lebih baik pada 17T untuk ultrawide.
Speaker
Xiaomi 17T memiliki speaker yang lebih keras dan lebih hidup, terutama pada vokal. Bass pada kedua model kurang memuaskan.
Kesimpulan
Xiaomi 17T menawarkan pengalaman kamera yang hampir setara, speaker lebih baik, layar lebih kompak, dan desain premium dengan harga lebih murah €150.
Sementara 17T Pro memberikan daya tahan baterai lebih lama, pengisian lebih cepat, dukungan pengisian nirkabel, dan performa chipset jauh lebih tinggi.
Pilihan tergantung prioritas: fitur premium atau nilai lebih ekonomis.