unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Mengapa Acara Kencan Baru Korea Terus Bertahan di Pasar yang Padat
Hiburan

Mengapa Acara Kencan Baru Korea Terus Bertahan di Pasar yang Padat

Poster acara kencan realitas Korea
Poster acara kencan realitas Korea
A A Ukuran Teks16px

Pasar acara realitas kencan di Korea sudah lama dianggap terlalu jenuh. Banyak pemirsa mengeluh terlalu banyak program yang menampilkan orang biasa mencari cinta.

Namun, beberapa acara kencan baru justru berhasil melakukan apa yang dianggap sulit oleh banyak pengamat industri: mendapatkan musim kedua.

Alih-alih mengandalkan format romantis konvensional, program-program ini menarik penonton melalui konsep yang semakin spesifik.

Mulai dari lajang seumur hidup yang mencari hubungan pertama, wanita bercerai yang bertemu pria tanpa pengalaman, hingga acara perjodohan yang melibatkan orang tua dan anggota keluarga.

Tren ini menunjukkan bahwa meskipun pemirsa mungkin bosan dengan program kencan tradisional, mereka masih bersedia menyambut format baru yang menawarkan cerita segar dan koneksi emosional.

Romance School: First & Again

Salah satu contoh terbaru adalah "Romance School: First & Again" (Dolsing N Mosol) dari MBC Every1 dan E Channel.

Acara ini baru saja menyelesaikan musim pertamanya pada 2 Juni.

Sebelum tayang perdana, acara ini sudah menarik perhatian dengan premis yang tidak biasa: memasangkan wanita bercerai dengan pria yang belum pernah menjalin hubungan romantis.

Finale berhasil menjodohkan tiga pasangan, dan program ini mendapat ulasan positif berkat ketulusan peserta serta kisah pertumbuhan pribadi mereka.

Produser baru-baru ini mengumumkan pemanggilan peserta baru, yang secara resmi mengonfirmasi rencana untuk musim kedua.

Match To Marry: With Parents Season 2

Pendatang baru lainnya yang kembali untuk musim kedua adalah "Match To Marry: With Parents Season 2" dari SBS, yang akan tayang perdana pada 25 Juni.

Serial realitas ini mengikuti 10 pria dan wanita lajang yang tinggal bersama di Andong, Provinsi Gyeongsang Utara, sambil menjalin hubungan serius dengan tujuan pernikahan.

Yang membedakan acara ini dari kebanyakan program kencan adalah formatnya yang berpusat pada keluarga.

Musim pertama menampilkan para ibu yang mendampingi anak-anak mereka selama proses perjodohan, sementara musim mendatang akan melibatkan seluruh keluarga.

Konsep ini membantu serial ini menonjol di tengah persaingan yang ketat.

Better Late Than Single

Netflix juga bertaruh pada popularitas format kencan khusus. Platform streaming ini akan menayangkan musim kedua "Better Late Than Single" pada 7 Juli.

Acara ini mempertemukan para lajang seumur hidup yang mencoba merasakan romansa untuk pertama kalinya.

Musim pertama berhasil menyentuh hati pemirsa melalui pengalaman kikuk namun tulus dari para peserta yang menjalani kencan tanpa pengalaman hubungan sebelumnya.

Kini muncul ekspektasi apakah sekelompok kontestan baru dapat menciptakan kembali koneksi emosional tersebut.

Kesuksesan program-program ini terjadi saat acara kencan Korea terus berevolusi melampaui romansa dan flirting sederhana.

Serial terbaru semakin fokus pada pengalaman hidup dan identitas tertentu — termasuk individu bercerai, lajang seumur hidup, dan perjodohan berorientasi keluarga — sehingga pemirsa dapat terhubung dengan kisah yang terasa lebih personal dan relevan.

Seiring persaingan yang semakin ketat di televisi dan platform streaming, para pengamat industri kini menantikan apakah program-program baru ini dapat mengubah popularitas awal menjadi waralaba jangka panjang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru