Perusahaan perfilman di Hollywood kembali bertambah yang gulung tikar. Kali ini giliran Shadowcast Pictures, perusahaan penyewaan peralatan produksi yang telah beroperasi selama dua dekade.
Shadowcast Pictures menyediakan kamera, pencahayaan, dan perlengkapan perfilman untuk film, acara televisi, serta iklan. Perusahaan ini harus tutup setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi gejolak industri.
Pemilik Shadowcast Pictures, Jay Ellison, mengaku bisnisnya tidak pernah pulih sepenuhnya setelah pandemi Covid-19.
"Saya tidak pernah membayangkan industri film yang selama lebih dari 100 tahun begitu menguntungkan bisa runtuh begitu saja," ujarnya kepada New York Post pada 25 Juni.
Penutupan Shadowcast Pictures menambah daftar panjang perusahaan produksi Hollywood yang berhenti beroperasi.
Krisis ini dipicu oleh menurunnya aktivitas produksi di Los Angeles dan meningkatnya penggunaan AI dalam pembuatan film.
Ellison menyebut AI telah menggantikan banyak aspek produksi. "AI pada dasarnya sudah menggantikan latar belakang, pencahayaan, bahkan kostum dan wardrobe dalam beberapa situasi," katanya.
Menurut laporan CBS Los Angeles, lebih dari 80 perusahaan jasa pendukung produksi film dan televisi di Los Angeles telah tutup sejak 2022.
Salah satunya adalah Faux Prop House, perusahaan penyewaan properti film yang tutup pada 2025.
Dampak pada Ekonomi Lokal
Pengacara industri hiburan, Jonathan Handel, memperingatkan bahwa kesulitan ini tidak hanya berdampak pada studio Hollywood, tetapi juga ribuan bisnis lain di California Selatan yang bergantung pada produksi film dan televisi.
"Ini bukan hanya masalah bagi industri hiburan. Ini adalah masalah bagi perekonomian Los Angeles secara keseluruhan," kata Handel kepada CBS Los Angeles.
Ia mendesak pemerintah daerah untuk menangani masalah ini dengan serius.
Legislator California telah memperluas Program Insentif Pajak Film dan Televisi untuk menarik kembali produksi yang pindah ke negara bagian lain atau luar negeri.
Namun, banyak pelaku industri menilai insentif tersebut belum cukup.
Negara bagian seperti Georgia, New Mexico, dan New York, serta negara seperti Kanada dan Inggris, terus menarik proyek produksi besar berkat insentif pajak yang kompetitif dan infrastruktur yang mapan.
Handel menambahkan, "Begitu bisnis berpindah dan bertahan cukup lama di tempat lain, wilayah tersebut akan membangun modal fisik dan sumber daya manusia sendiri.
Akibatnya, jauh lebih sulit membawa bisnis itu kembali."
Di tingkat federal, anggota parlemen AS sedang mempertimbangkan insentif pajak produksi film dan televisi secara nasional yang bisa dikombinasikan dengan insentif negara bagian.
Langkah ini bertujuan mendorong lebih banyak proyek tetap diproduksi di AS.