Samsung mengungkapkan detail node 2nm terbaru dan rencana transisi ke 1.4nm dalam acara SAFE Forum (Samsung Advanced Foundry Ecosystem).
Tahun lalu, Samsung meluncurkan Exynos 2600 sebagai chip smartphone 2nm pertama yang diproduksi dengan node SF2.
>>> Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur 8 Juli, Baterai 7.000 mAh
Node 2nm: SF2P, SF2P+, dan SF2X
Node berikutnya adalah SF2P yang diklaim mampu mengurangi konsumsi daya hingga 26% dan meningkatkan kecepatan clock sebesar 15%.
Menurut Shin Jong-shin, VP Design Platform Development Team Samsung Foundry, lebih dari setengah peningkatan tersebut berasal dari pendekatan DTCO (Design-Technology Co-Optimization).
DTCO menggabungkan metodologi manufaktur semikonduktor dan desain chip secara simultan, menghasilkan optimasi yang lebih baik dalam kecepatan, daya, dan biaya.
Selanjutnya, Samsung menyiapkan SF2P+ yang ditargetkan produksi massal antara 2027 dan 2028.
Ada pula node SF2X yang dioptimalkan khusus untuk perangkat keras AI.
Inovasi SRAM dan Node 1.4nm
Samsung juga mengembangkan cara untuk menempatkan lebih banyak SRAM pada chip. SRAM digunakan untuk register dan cache CPU atau GPU.
>>> Motorola Edge 70 Pro+ vs Samsung Galaxy A27 5G: Apakah Motorola Sebanding dengan Harganya?
Sebagai perbandingan, sel SRAM tipikal membutuhkan 6 transistor per bit, sedangkan DRAM hanya 1 transistor.
GPU Nvidia Rubin yang diproduksi dengan node N3 TSMC memiliki 128MB SRAM on-die.
Sementara itu, Samsung dan Groq mengerjakan akselerator LLM dengan lebih dari 500MB SRAM pada node 4nm.
Perusahaan bentukan Samsung, Rebellions, juga memperkenalkan akselerator AI REBEL-100 yang diproduksi di node 4nm Samsung.
Setelah era 2nm, Samsung akan beralih ke node 1.4nm dimulai dengan SF1.4 yang dijadwalkan produksi massal pada 2029.
>>> Perbandingan Huawei Pura 90 Pro Max vs Xiaomi 17 Pro Max: Mana yang Lebih Unggul?
SF1.4 akan disusul SF1.4+ pada 2030. Sebelumnya, SF1.4 direncanakan pada 2027, tetapi jadwalnya mundur beberapa tahun lalu.