Museum Istana Nasional Korea bersama Museum Busan membuka pameran bertajuk "The Records and Culture of Joseon: Transmitting to Ten Thousand Generations" di Busan.
Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus ini bertepatan dengan penyelenggaraan sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan bulan ini.
>>> Jogye Order Promosikan Budaya dan Kuliner Buddhis di Sela Sidang UNESCO Busan
Pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan dokumenter Korea kepada khalayak internasional, menampilkan benda-benda yang terdaftar dalam Memory of the World UNESCO.
Koleksi Utama Pameran
Bagian inti pameran adalah Joseon Wangjo Sillok, yaitu catatan harian kerajaan yang luas dari Dinasti Joseon.
Untuk pertama kalinya, volume yang tersisa dari keempat tempat penyimpanan bersejarah dipajang bersama dalam satu ruangan.
Volume-volume tersebut disimpan di tempat berbeda setelah invasi Jepang pada akhir abad ke-16.
>>> Adaptasi Panggung 'The Lives of Others' Hadirkan Drama yang Lebih Mentah dan Mengharukan
Pameran juga menampilkan Uigwe, protokol kerajaan yang sangat detail dengan ilustrasi rumit tentang ritual istana, pakaian kebesaran, dan prosedur birokrasi.
Potret kerajaan Raja Yeongjo dan Raja Cheoljong kembali dipamerkan di Busan, kota tempat keduanya dievakuasi selama Perang Korea 1950-1953.
Koleksi lainnya termasuk jepit rambut berhias burung phoenix milik Putri Permaisuri Yeongchin dan Donggweldo, kanvas Warisan Nasional yang menggambarkan Istana Timur hingga detail pepohonan.
Bagian akhir pameran menyoroti sejarah Busan sebagai gerbang diplomatik Dinasti Joseon, menampilkan lukisan lanskap karya pelukis istana Lee Ui-yang dan gulungan lukisan yang mendokumentasikan prosesi utusan ke Jepang.
>>> Hwang Shin-hye di Usia 63 Tahun Tampil Muda dengan Bikini, Ini Rahasianya
Pameran ini gratis untuk umum.
