Militer Amerika Serikat mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Serangan ini merupakan respons atas aksi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam pernyataan di platform X bahwa seorang awak sipil dilaporkan hilang.
Kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kebakaran di atas kapal dan kerusakan parah pada ruang mesin.
CENTCOM menegaskan bahwa serangan itu dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS yang disebutnya menargetkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan kereta api, sebagai "kejahatan perang yang keji".
Serangan terbaru ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Teluk.