Saat mode kamera robot diaktifkan, panel pelindung bergeser ke samping. Lengan gimbal tiga sumbu terangkat dan membuka posisi kamera 200MP.
Sensor AI memindai area di depan lensa untuk mendeteksi subjek utama. Pengguna melakukan double-tap pada subjek di layar untuk mengunci target.
Motor gimbal bergerak real-time mengikuti pergerakan subjek yang terkunci. Sistem otomatis mengunci ulang subjek jika sempat terhalang objek lain.
Setelah mode kamera dimatikan, lengan kembali terlipat dan panel menutup. Seluruh proses berjalan dalam hitungan milidetik.
Perbandingan dengan Gimbal Eksternal
Honor Robot Phone menawarkan stabilisasi setara gimbal eksternal tanpa perlu membawa perangkat tambahan. Seluruh mekanisme sudah menyatu di dalam bodi ponsel.
Gimbal eksternal seperti DJI Osmo Pocket membutuhkan perangkat terpisah dan baterai sendiri. Honor Robot Phone lebih ringkas untuk dibawa harian di dalam saku.
Namun, daya tahan mekanisme gimbal internal masih perlu diuji dalam pemakaian jangka panjang. Bagi kreator solo, satu perangkat yang merangkap fungsi kamera dan gimbal jelas lebih efisien.
Ekosistem Alpha Plan Honor
Selain Robot Phone, Honor juga memperkenalkan robot humanoid pertamanya di MWC 2026. Robot ini dirancang untuk asisten belanja, inspeksi tempat kerja, dan teman pendamping harian.
>>> Pramono Pastikan KBM SD 15 Srengseng Sawah Tidak Diliburkan
Kehadiran robot humanoid ini menegaskan Honor tidak lagi sekadar produsen ponsel. Perusahaan bergerak menuju penyedia solusi robotika konsumen yang lebih luas.
