Banyak pekerja kantoran langsung meraih es kopi setelah makan siang.
Namun, minuman kopi dengan sirup dan krim sering kali mengandung lebih banyak kalori dari yang diperkirakan dan bisa membuat Anda lebih haus.
>>> Seoul Gelar Festival Musim Panas 16 Hari di Sepanjang Sungai Han
Mengganti kopi setelah makan dengan secangkir teh tanpa pemanis dapat membantu mengurangi asupan kalori yang tidak perlu. Kebiasaan sederhana ini juga mendukung pengelolaan berat badan selama musim panas.
Teh Oolong: Pilihan Tepat Setelah Makan Besar
Jika Anda menyantap makanan berat seperti samgyeopsal, katsu, atau jajangmyeon, teh oolong adalah pilihan yang sangat baik. Polifenol dalam teh oolong diduga berperan dalam metabolisme lemak.
Rasanya yang bersih dan menyegarkan juga bisa mengurangi keinginan untuk ngemil setelah makan. Karena mengandung kafein, disarankan membatasi konsumsi dua hingga tiga cangkir sehari.
Minum teh oolong dalam keadaan dingin, bukan dengan es batu berlebihan, mungkin lebih ramah bagi lambung.
Teh Hijau: Tingkatkan Kewaspadaan
Saat rasa kantuk menyerang sekitar pukul 2 atau 3 sore, pertimbangkan teh hijau sebagai pengganti minuman kopi manis.
Katekin dalam teh hijau dapat membantu oksidasi lemak, sementara kafeinnya meningkatkan konsentrasi.
Mengganti minuman kopi bergula dengan teh hijau secara alami mengurangi asupan gula dan kalori harian.
Namun, teh hijau mengandung tanin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, jadi sebaiknya dikonsumsi sekitar 30 menit setelah makan.
Teh Peppermint: Redakan Kembung dan Bantu Pencernaan
Bagi pekerja kantoran yang sering makan di luar, kembung dan gangguan pencernaan di sore hari adalah hal umum.
Teh peppermint mengandung mentol yang membantu merilekskan saluran pencernaan.
>>> Kejuaraan Pidato Lingkungan Hidup Digelar di Songdo, Incheon
