Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo diperkirakan akan menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah dalam beberapa hari mendatang.
Sebanyak 856 kasus infeksi terkonfirmasi baru dilaporkan sepanjang pekan lalu.
Jumlah kasus meningkat menjadi 3.200 pada Sabtu dari 2.344 sepekan sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kematian hampir dua kali lipat dalam dua minggu terakhir menjadi 1.405, menurut Institut Kesehatan Masyarakat Nasional.
Angka terbaru tersebut menunjukkan besarnya skala epidemi yang sedang berlangsung.
Perluasan pengawasan dan penelusuran kasus secara retrospektif juga turut berkontribusi terhadap lonjakan cepat jumlah infeksi yang dilaporkan.
Perbandingan dengan Wabah Sebelumnya
Wabah Ebola di Kongo pada 2018–2020 merupakan wabah terbesar di negara itu sekaligus terbesar kedua di dunia yang pernah tercatat.
Wabah tersebut mencapai 2.687 kasus terkonfirmasi sekitar satu tahun setelah pertama kali dimulai.
Sementara itu, wabah yang terjadi saat ini telah melampaui jumlah tersebut dalam waktu kurang dari 10 minggu sejak resmi dinyatakan.
Data kematian akibat Ebola di Kongo tembus 3.000 orang.
Tantangan Pengendalian Wabah
Upaya mengendalikan wabah terbukti sangat sulit di wilayah yang masih diwarnai mobilitas penduduk yang tinggi.
Masalah keamanan, aktivitas pertambangan rakyat, serta perdagangan lintas batas dengan Uganda dan Sudan Selatan terus memicu penularan.
