Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah menyapu ranjau di 'seluruh' Selat Hormuz.
Ia juga mengklaim jalur pelayaran vital tersebut terbuka dan sepenuhnya berada di bawah kendali AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Senin (10/8).
Klaim ini muncul setelah Teheran dilaporkan mengatakan selat tersebut akan tetap ditutup hingga Washington memenuhi tuntutannya, termasuk reparasi perang dan pencabutan blokade laut AS.
"Sekarang terbuka. Lihat, satu-satunya yang menguasai Selat Hormuz saat ini adalah Angkatan Laut AS," kata Trump.
Ia menambahkan, "Kami memiliki blokade yang tidak pernah gagal. Itu tembok baja."
Trump menjelaskan bahwa blokade tersebut hanya menargetkan kapal yang menuju dan dari Iran. Ia juga mengklaim Angkatan Laut AS telah menyapu seluruh selat dari ranjau.
"(Selat itu) terbuka untuk yang lain (kecuali Iran) sekarang. Sedikit rumit karena mereka kadang-kadang menjatuhkan ranjau, dan kami menemukan ranjau itu," ujarnya.
"Kami telah menyapu ranjau di seluruh selat, seperti yang mungkin Anda dengar. Mungkin Anda tidak mendengar, tapi kami menguasai selat itu 100 persen."
Trump melanjutkan bahwa Iran bisa 'membuat masalah' di selat tersebut, tetapi berpendapat bahwa Iran 'bangkrut'. "Mereka tidak punya uang.
Iran bangkrut, benar-benar bangkrut, dan mereka tidak membayar tentara mereka. Mereka memiliki inflasi 300 persen sejak tadi malam," katanya.
Menanggapi tuntutan Iran akan reparasi perang, Trump mengulangi pesan media sosialnya sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa jika Teheran bersikeras pada reparasi tersebut, AS akan meminta Iran membayar kerusakan yang telah dilakukannya terhadap AS dan negara lain selama lima dekade terakhir, termasuk kompensasi untuk keluarga pengunjuk rasa anti-pemerintah yang tewas di Iran.
