unique visitors counter
⌂ Beranda News Plot Twist Mencekam Kasus Merauke: Tangisan Duka Ayah Kandung Ternyata Sandiwara, Kini Jadi Tersangka Mutilasi Anak Disabilitas
News

Plot Twist Mencekam Kasus Merauke: Tangisan Duka Ayah Kandung Ternyata Sandiwara, Kini Jadi Tersangka Mutilasi Anak Disabilitas

Plot Twist Mencekam Kasus Merauke: Tangisan Duka Ayah Kandung Ternyata Sandiwara, Kini Jadi Tersangka Mutilasi Anak Disabilitas
mayat • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Untuk memahami betapa mengeratkannya kasus ini, kita perlu melihat kembali kronologi kejadian yang mengguncang Merauke pada akhir Oktober 2025 silam.
 
Julia Risky Ramadiana dilaporkan hilang dari rumahnya pada dini hari, pukul 03.00 WIT. Pencarian besar-besaran pun dilakukan oleh warga dan aparat. Namun, harapan untuk menemukan gadis kecil itu dalam keadaan selamat pupus sudah.
 
Pada Senin, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 13.30 WIT, jasad Julia ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan dan mengalami mutilasi. Tubuh mungil korban tergeletak di balik semak-semak kawasan Jalan Ternate, Gang Haji Kasim, Kelurahan Seringgu Jaya, Merauke. Ironisnya, lokasi penemuan korban tidak jauh dari tempat ia tinggal dan dibesarkan.
 
Kasus ini langsung menyita perhatian nasional, mengingat korban adalah anak perempuan penyandang disabilitas yang sangat rentan dan tidak berdaya. Publik menduga kuat adanya motif kejahatan seksual atau kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada pembunuhan sadis.
 

Polisi Bekerja Profesional, Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

Menanggapi penetapan tersangka yang merupakan ayah kandung korban ini, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga menegaskan bahwa jajarannya bekerja secara profesional dan berbasis pada bukti, bukan asumsi.
 
Saat ini, penyidik Polres Merauke masih terus mendalami kasus ini secara intensif. Polisi sedang menyusun konstruksi perkara secara utuh, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta memeriksa latar belakang psikologis tersangka.
 
“Informasi lebih lengkap mengenai konstruksi perkara, alat bukti, serta proses penyidikan akan kami sampaikan secara bertahap. Saat ini, kami memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap perkara ini,” tegas Leonardo.
 
Kapolres juga meminta masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. Ia mengimbau publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi liar.
 
“Kami mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya (hoaks). Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses hukum berlangsung,” tambahnya.
 
Leonardo pun menutup pernyataannya dengan memohon dukungan moral dari publik. “Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar pengungkapan kasus ini dapat tuntas dan terselesaikan secara adil,” pungkasnya.

📰 Update Terbaru
stikibot