Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa semua ranjau di Selat Hormuz telah berhasil dibersihkan atau diledakkan.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Selasa (26/8/2026).
Trump juga memperingatkan Iran bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dihancurkan secara sistematis.
"Saya baru saja diberitahu oleh Angkatan Laut AS bahwa semua ranjau telah dihapus dan/atau diledakkan dari perairan internasional Selat Hormuz," tulis Trump.
Ia menambahkan, "Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara sistematis dihancurkan."
Presiden AS itu juga menegaskan bahwa melalui United States Space Force, pemerintahannya mengawasi "setiap inci persegi" selat tersebut.
"Ada kebijakan tanpa toleransi terhadap pemasangan ranjau yang berlaku penuh," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS untuk memperketat blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran dan meningkatkan tekanan ekonomi.
Tujuannya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Republik Islam Iran.
Korea Selatan dan negara-negara lain yang bergantung pada Selat Hormuz untuk impor energi terus memantau upaya memulihkan kebebasan lalu lintas di jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak, gas alam, dan komoditas lainnya.