Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kebijakan Washington terhadap Korea Utara tidak mengalami perubahan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai komitmen pemerintahan Trump terhadap denuklirisasi Korea Utara.
Pejabat tersebut memberikan komentar melalui email kepada Yonhap, menanggapi pertanyaan tentang apakah tujuan pemerintahan Trump tetap pada denuklirisasi penuh Korea Utara.
Sebelumnya, Trump menolak menjawab pertanyaan wartawan mengenai tujuan pertemuannya dengan Kim Jong-un.
Penolakan Trump itu memicu spekulasi bahwa AS mungkin mengalihkan fokus kebijakannya ke tujuan yang lebih rendah dari denuklirisasi, seperti kontrol senjata dan pengurangan ketegangan.
Namun, pejabat AS menegaskan tidak ada perubahan kebijakan.
Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Korea Utara akhir pekan ini.
Pertemuan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah ia akan menurunkan standar diplomasi dengan Pyongyang, mengingat rezim Korea Utara bersikeras status nuklirnya tidak dapat diubah.
Sikap Trump yang tampak konsiliatif terhadap Korea Utara, termasuk pengurangan skala latihan militer bersama dengan Korea Selatan, semakin memicu pertanyaan tentang fokus pemerintahannya.
Beberapa pihak khawatir AS akan mengurangi perhatian pada denuklirisasi.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan komitmen kedua sekutu terhadap denuklirisasi.
Juru bicara Park Do-sun mengatakan bahwa Korea Selatan dan AS secara konsisten mempertahankan tujuan perdamaian, stabilitas, dan denuklirisasi di Semenanjung Korea.