Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau yang melanda ibu kota.
Penurunan curah hujan dan kenaikan suhu udara ekstrem diprediksi meningkatkan dua risiko utama di Jakarta, yaitu kebakaran dan krisis air bersih.
>>> Kesepakatan Meta dengan Negara Bagian AS: Perubahan Besar untuk Remaja di Instagram dan Facebook
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan bahwa pemantauan cuaca dilakukan secara berkala berbasis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menentukan langkah mitigasi yang presisi.
"Pemantauan informasi cuaca dan iklim berbasis data BMKG kami lakukan rutin sebagai dasar menentukan langkah antisipasi," ujar Marulitua saat dikonfirmasi Pos Kota, Rabu, 26 Agustus 2026.
Langkah Strategis BPBD DKI Hadapi Kemarau
Untuk menekan dampak kekeringan dan lonjakan suhu, BPBD DKI menyiagakan sejumlah strategi lintas instansi.
Mereka menggandeng Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas SDA, PAM Jaya, hingga tingkat wali kota/bupati.
Pengawasan di area rawan ditingkatkan serta edukasi pencegahan diberikan ke tingkat RT/RW.
Mekanisme penyuplai air ke wilayah yang teridentifikasi mengalami krisis air juga disiapkan berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Respons cepat dimaksimalkan melalui call center Jakarta Siaga 112.
>>> Trump: Saatnya Mengajari Kanada Bahwa Mereka Tidak Bisa Melakukan Ini Lagi
"Yang selalu menjadi perhatian di musim kemarau itu kebakaran.
Karena itu kami meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran bangunan maupun lahan dengan memantau wilayah rawan dan memberikan edukasi kepada masyarakat," beber Marulitua.
"Kami juga menyiapkan mekanisme dukungan distribusi air bersih apabila terdapat wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih berdasarkan hasil asesmen serta koordinasi dengan instansi terkait," sambungnya.
Imbauan Penting untuk Warga Jakarta
Marulitua menegaskan, upaya penanggulangan dampak kemarau tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan bencana.
Masyarakat diimbau untuk menjalankan langkah-langkah antisipasi mandiri berikut:
Kurangi aktivitas luar ruangan saat suhu udara mencapai puncaknya.
Jaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
>>> Satpol PP Jaksel Bertindak Tegas atas Aksi Haji Gocap yang Viral
Tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah.