unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pace Gallery Seoul: Membangun Tempat Abadi bagi Seni Korea
Lifestyle

Pace Gallery Seoul: Membangun Tempat Abadi bagi Seni Korea

Pace Gallery Seoul: Membangun Tempat Abadi bagi Seni Korea
Pace Gallery Seoul: Membangun Tempat Abadi bagi Seni Korea
A A Ukuran Teks16px

>>> Proyek Food Hunters KTO Raih 10 Juta Tayangan, Promosi Kuliner Korsel Mendunia

Pameran itu tidak langsung menghasilkan keuntungan komersial, tetapi memicu minat yang berbeda. Pameran lanjutan diadakan di Korea, Hong Kong, dan Jenewa, sementara visibilitas Lee Kun-yong terus meningkat.

Pada 2024, Lee Kun-yong menjadi salah satu seniman utama dalam pameran "Only the Young: Experimental Art in Korea, 1960s-1970s" di Guggenheim Museum, New York.

Bagi Lee, itu adalah tujuannya: menemukan kembali seniman Korea dan "mempertimbangkan kembali tempat dan makna mereka dalam sejarah seni yang lebih luas."

Membangun Hubungan Institusional

Pendekatan ini semakin terlihat setelah Pace pindah ke ruang yang lebih besar di Hannam-dong, Seoul, yang dirancang oleh arsitek pemenang Golden Lion, Cho Min-suk.

Pameran 2025 yang mempertemukan Kim Whanki dengan pelukis abstrak Amerika Adolph Gottlieb membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk diwujudkan.

Koneksi keduanya tidak jelas, tetapi justru itulah yang menarik minat Lee.

Pameran terbarunya di galeri, yang didedikasikan untuk Park Young-sook, juga melihat melampaui kebaruan untuk mengkaji bentuk-bentuk terinspirasi moon jar yang dikembangkan selama beberapa dekade.

Bagi Lee, galeri dapat berperan melampaui penjualan seni, tidak hanya mengidentifikasi apa yang sudah mendapat perhatian, tetapi membantu menentukan apa yang layak dikenang.

"Jika seorang seniman sudah populer, kantor pusat Pace dapat memamerkan dan menjual karya mereka di New York. Harus ada alasan untuk membawa seniman itu ke Korea," katanya.

Ia menambahkan, "Itulah mengapa saya juga menghabiskan banyak waktu memikirkan proyek yang lebih eksperimental, hal-hal yang bisa berdampak positif bagi audiens dan institusi ketika seniman-seniman ini ditampilkan di sini."

Satu dekade lalu, Lee adalah orang yang berpendapat bahwa Korea layak mendapat tempat di peta galeri global. Kini, Seoul tidak perlu lagi membuktikan diri sebagai peluang pasar.

>>> Taman Botani Seoul Targetkan Koleksi 8.000 Spesies Tumbuhan pada 2027

Sebagai senior vice president di Pace, Lee menggunakan jangkauan global galeri untuk membuat argumen berbeda: bahwa seni Korea bukan hanya milik pasar global, tetapi juga milik sejarah seni yang lebih luas.

📰 Update Terbaru