unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Antisipasi Kemarau, Tirta Raharja Siapkan Distribusi Air Bergilir
News

Antisipasi Kemarau, Tirta Raharja Siapkan Distribusi Air Bergilir

Petugas Tirta Raharja memeriksa pasokan air saat kemarau
A A Ukuran Teks16px

Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.

Berdasarkan kajian internal yang mengacu pada prediksi BMKG, sebanyak 17 dari 26 kecamatan di wilayah pelayanan Tirta Raharja berpotensi terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sekitar 18.216 sambungan rumah atau 72.864 jiwa akibat berkurangnya debit sumber air baku.

Rencana Penanganan Kekeringan

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Teddy Setiabudi, mengatakan pihaknya menetapkan Rencana Penanganan Kekeringan dan Pengamanan Layanan Air Minum Tahun 2026.

"Langkah yang kami siapkan mencakup pengamanan sumber air baku, optimalisasi produksi dan distribusi, pelayanan darurat berdasarkan prioritas wilayah, hingga percepatan solusi jangka panjang," kata Teddy.

Pemantauan terhadap seluruh sumber air juga dilakukan secara intensif melalui sistem monitoring operasional selama 24 jam.

Upaya tersebut diperkuat dengan pemeliharaan intake, konservasi daerah resapan, serta optimalisasi sumber air cadangan.

Siapkan Mobil Tangki

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan, Tirta Raharja menyiapkan layanan darurat berupa distribusi air menggunakan mobil tangki.

Distribusi akan dilakukan berdasarkan skala prioritas wilayah yang mengalami dampak penurunan debit sumber air.

Selain itu, fasilitas torn air akan ditambah di sejumlah daerah yang dinilai rawan kekeringan.

Jika kondisi semakin kritis, perusahaan juga menyiapkan opsi pengaturan distribusi air secara bergilir.

Masyarakat juga tetap dapat menyampaikan pengaduan selama 24 jam melalui Contact Center, media sosial, aplikasi TiraQu, maupun kantor pelayanan terdekat.

"Pelayanan darurat ini disiapkan agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih meskipun terjadi penurunan debit sumber air di sejumlah wilayah," ucapnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru