Di tengah kekacauan tersebut, aspek kemanusiaan menjadi prioritas utama. Sebanyak 62 warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kepanikan sempat melanda, namun berkat sigapnya aparat setempat, proses evakuasi berjalan tertib tanpa menimbulkan korban jiwa. Suara sirine mobil pemadam yang membelah malam menjadi penanda dimulainya pertarungan sengit antara manusia dan alam.
Tantangan Berat Pasukan Pemadam di Tengah Labirin Rongsokan
Upaya pemadaman bukanlah tugas yang mudah. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang didatangkan dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dikerahkan untuk mengepung api. Namun, luasnya area dan karakteristik material yang terbakar menghadirkan tantangan tersendiri.
Tumpukan material rongsokan yang tidak beraturan menciptakan labirin yang menyulitkan jangkauan petugas. Sumber api yang bersembunyi di bawah tumpukan barang bekas membuat proses pemadaman menjadi lambat dan berisiko. Petugas harus bekerja ekstra keras, tidak hanya menyemprotkan air dari atas, tetapi juga membongkar tumpukan rongsokan secara hati-hati untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa (hotspot) yang berpotensi menyala kembali.
"Sumber api berada di bawah tumpukan rongsokan sehingga proses pemadaman dan pemeriksaan mengalami kendala. Kami harus memastikan setiap sudut benar-benar dingin," tambah Mayor Oka.
Kolaborasi Solid TNI dan Warga: Bentuk Kepedulian di Tengah Bencana
Di tengah situasi genting, soliditas antara aparat TNI dan masyarakat setempat terlihat sangat jelas. Danramil bersama Babinsa, Sertu Tony Cahyono, langsung terjun ke lapangan untuk membantu pengamanan lokasi, mengatur lalu lintas evakuasi, dan menenangkan warga yang panik.
Tidak berhenti di situ, Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung, Kolonel Inf Putu Tangkas, juga secara langsung mengerahkan 25 personel TNI dari Kodim 1611/Badung. Kehadiran mereka memberikan kekuatan tambahan yang signifikan, baik dalam membantu proses pemadaman bersama Damkar maupun dalam memastikan keamanan area pasca-kebakaran agar tidak terjadi penjarahan atau hal-hal yang tidak diinginkan.