Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah arah transformasi digital di berbagai sektor. Namun, bagi perusahaan besar, tantangan tidak lagi berhenti pada keputusan untuk mengadopsi teknologi AI.
Fokus berikutnya adalah menyiapkan fondasi agar AI dapat diimplementasikan secara aman, terintegrasi, terukur, dan benar-benar memberikan nilai bagi bisnis.
>>> Ha Young Resmi Keluar dari The Trauma Code Usai Isu Pro-Jepang
Isu tersebut menjadi sorotan dalam ignitePRO, forum enterprise yang hadir dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.
Forum ini digelar di Nusa Dua, Bali, pada 25 Agustus 2026 sebagai bagian dari BATIC yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026.
Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, forum ini mempertemukan pemimpin bisnis, pemerintah, penyedia teknologi, investor, hingga mitra ekosistem digital.
Mereka membahas akselerasi AI dari tahap eksperimen menuju penerapan berskala besar.
Dari Uji Coba ke Implementasi Nyata
Banyak perusahaan telah memulai pemanfaatan AI melalui proyek percontohan atau proof of concept.
Meski demikian, keberhasilan pada tahap awal belum otomatis menjamin teknologi itu siap diterapkan di seluruh proses bisnis.
Perusahaan perlu memastikan kualitas data, kapasitas infrastruktur, sistem keamanan, tata kelola, serta kompetensi tenaga kerja telah berkembang secara sejalan.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, mengatakan bahwa perkembangan AI membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak,” jelasnya.
>>> So Ji-sub Kembali ke Jakarta untuk Fan Meeting 13 November 2026
“Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” tambah Veranita.
Karena itu, adopsi AI enterprise membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar membeli platform atau membangun model teknologi.
