unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Made in Korea Jadi Drakor Termahal, Kalahkan Moving dengan Anggaran Rp911 Miliar
Hiburan

Made in Korea Jadi Drakor Termahal, Kalahkan Moving dengan Anggaran Rp911 Miliar

Made in Korea Jadi Drakor Termahal, Kalahkan Moving dengan Anggaran Rp911 Miliar
Made in Korea Jadi Drakor Termahal, Kalahkan Moving dengan Anggaran Rp911 Miliar
A A Ukuran Teks16px

Serial Korea Made in Korea resmi menjadi drama Korea termahal yang pernah diproduksi. Anggarannya mencapai 70 miliar won atau sekitar Rp911 miliar untuk dua musim.

Angka tersebut dilaporkan oleh Korea Herald pada Selasa (1/9).

Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan Moving yang dikabarkan menghabiskan 65 miliar won dan Arthdal Chronicles dengan 54 miliar won.

Made in Korea mengangkat kisah tentang kekuasaan dan keserakahan dengan latar politik Korea Selatan era 1970-an. Serial ini rilis perdana pada 2025.

Musim pertamanya menjadi produksi orisinal Korea yang paling banyak ditonton di Disney+. Season 2 kembali dibintangi Hyun Bin dan Jung Woo-sung.

Made in Korea juga mencatat jumlah penonton internasional yang tinggi dan mendapat pujian dari kritikus. Respons di Korea Selatan cenderung lebih beragam.

Tekanan di Balik Season 2

Kesuksesan tersebut membuat Season 2 hadir dengan ekspektasi lebih besar. Hyun Bin mengakui adanya tekanan untuk melanjutkan pencapaian musim sebelumnya.

"Bukan berarti saya tidak merasa tertekan.

Karena begitu banyak orang menikmati Season 1, sebagian dari diri saya juga berharap mereka akan menonton Season 2," kata Hyun Bin seperti diberitakan The Korea Herald pada Selasa (2/9).

Ia menyoroti alur episode-episode terbaru yang lebih ringkas. Cerita yang disajikan menjanjikan perkembangan yang lebih mendalam.

"Di Season 1, ada banyak eksposisi yang diperlukan untuk memperkenalkan karakter dan situasi dalam setiap episode," jelas Hyun Bin.

"Di Season 2, begitu peristiwa dimulai, ceritanya terus berkembang sebagai satu rangkaian narasi. Saya rasa penonton akan dapat lebih tenggelam di dalamnya dan menikmatinya," lanjutnya.

Kisah Fiktif di Tengah Sejarah

Season pertama berfokus pada perseteruan antara Gi-tae yang diperankan Hyun Bin dan Geon-young yang diperankan Jung Woo-sung. Gi-tae adalah taipan kejam yang memanfaatkan ketidakstabilan politik demi kekuasaan.

Geon-young adalah jaksa gigih yang bertekad menghentikannya. Pada akhir Season 1, dinamika keduanya berbalik.

Geon-young dipermalukan dan dipenjara, sedangkan Gi-tae semakin memperkuat perebutan kekuasaannya. Sembilan tahun kemudian, hubungan keduanya berubah menjadi dendam pribadi.

Musim kedua melanjutkan konflik tersebut dengan perkembangan hubungan yang semakin personal. Sutradara Woo Min-ho mengatakan serial ini memberikan ruang lebih bebas karena menggunakan karakter-karakter fiktif.

Hal itu membuat Made in Korea Season 2 dinilai tetap dapat menghadirkan kisah yang utuh dan berdiri sendiri.

Musim kedua hadir ketika industri film dan televisi Korea Selatan tengah gencar mengeksplorasi era 1970-an.

Periode tersebut ditandai dengan pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 1979 dan kudeta militer setelahnya. Sutradara Woo Min-ho memiliki rekam jejak dalam menggarap cerita berlatar periode tersebut.

Ia sebelumnya menyutradarai The Man Standing Next yang dibintangi Jung Woo-sung. Film thriller politik itu mengisahkan berbagai peristiwa seputar pembunuhan Park Chung-hee.

"Sementara cerita lain [The Man Standing Next dan 12.12: The Day] mengisahkan orang-orang yang paling terlibat dalam insiden tersebut, serial ini berpusat pada karakter-karakter fiktif," kata Woo Min-ho.

Jung Woo-sung juga menilai pendekatan tersebut memberikan keleluasaan lebih baginya dalam mengeksplorasi karakter yang diperankan.

"12.12: The Day dan The Man Standing Next adalah karya yang menggali peristiwa itu sendiri serta sifat manusia di dalamnya."

"Made in Korea jauh lebih bebas dan menyenangkan, baik dari segi genre maupun cara saya memerankan karakter," kata Jung Woo-sung.

Kebebasan dalam cerita tersebut memungkinkan serial ini menjadi gambaran mengenai ambisi dalam sistem dan kemerosotan sosial.

Serial ini menjembatani kesenjangan sejarah antara era 1970-an dan masyarakat masa kini.

"Kesalahan dan kekeliruan yang terus dilakukan manusia, serta pilihan yang mereka buat dalam mengejar apa yang benar, membentuk dan mendefinisikan setiap era."

"Meskipun waktu berlalu, saya rasa makna di balik peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah terus terbawa ke masa kini dalam berbagai bentuk," ujarnya.

Terkait kemungkinan Made in Korea lanjut ke season 3, Woo Min-ho masih enggan memberikan banyak bocoran.

"Untuk apa yang terjadi setelah itu, ada 12.12: The Day, jadi saya rasa penonton harus menonton film tersebut dan melihatnya sendiri," goda Woo Min-ho.

Made in Korea season 2 tayang 9 September di Disney+.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru