Awan duka menyelimuti langit Kalimantan Selatan. Salah satu putra terbaik dan mantan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Arifin, dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (6/9/2026). Kepulangan sang tokoh yang akrab disapa "Abah" ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga inti, kerabat, hingga seluruh lapisan masyarakat Banua yang pernah merasakan langsung dedikasinya dalam memajukan daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, almarhum meninggal dunia pada pukul 11.00 WITA di Rumah Sakit Amanah, Banjarmasin. Sebelum berpulang, kondisi kesehatan H. Rudy Arifin sempat mengalami penurunan. Ia diketahui mengalami gangguan sesak napas yang mulai dirasakan sejak Sabtu subuh (5/9/2026), hingga akhirnya sang pendamping hidup dan para putra-putrinya harus ikhlas melepasnya menuju keharibaan Illahi.
Putra almarhum, H. M. Aditya Mufti Ariffin, S.H., M.H., yang setia mendampingi sang ayah di saat-saat paling krusial, mengungkapkan bahwa kepergian H. Rudy Arifin berlangsung dengan tenang. Ketika dikonfirmasi mengenai pesan terakhir, Aditya menyampaikan dengan suara berat dan suasana duka yang mendalam, "Tidak ada pesan apa-apa."
Kalimat singkat tersebut seolah mewakili ketulusan seorang ayah dan pemimpin yang telah memberikan seluruh hidupnya untuk keluarga dan masyarakat, tanpa menuntut balasan atau pamrih di akhir hayatnya. Ia pergi dengan damai, membawa ketenangan bagi mereka yang mencintainya.
Kabar berpulangnya sosok penting ini dengan cepat menyebar luas, memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Tidak hanya keluarga besar, masyarakat Kalimantan Selatan turut berduka cita. H. Rudy Arifin dikenal luas sebagai "Tokoh Banua" yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang. Namanya lekat dengan berbagai upaya pembangunan, stabilitas daerah, dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan, menjadikannya figur yang dihormati dan senantiasa dikenang.
Rasa kehilangan ini juga dirasakan oleh rekan-rekan seperjuangan almarhum. Sebagaimana dikabarkan dalam berbagai kanal informasi, tokoh seperti Supian HK turut mengenang sosok H. Rudy Arifin. Kenangan akan kepemimpinan, kebijaksanaan, dan ketulusan hati almarhum menjadi bukti nyata bahwa jejak kebaikan yang ia tabur semasa hidup akan terus tumbuh dan menginspirasi generasi penerus Banua.
Dalam kepulangannya, H. Rudy Arifin meninggalkan warisan cinta berupa tiga orang anak yang telah dewasa dan berkarier, serta seorang cucu yang menjadi penyejuk hati. Ketiga putra-putri tersebut adalah H. M. Aditya Mufti Ariffin, S.H., M.H., Hj. Adistya Dewi Ariffin, S.E., dan Kapten CPM Setya Persada Ariffin. Kehadiran mereka menjadi kekuatan utama dan pilar ketabahan bagi keluarga besar dalam menghadapi ujian kehilangan ini.
Bagi masyarakat, kerabat, dan kolega yang ingin memberikan penghormatan terakhir, pihak keluarga telah merancang rangkaian prosesi pemakaman yang tertib, khidmat, dan sesuai dengan syariat Islam. Jenazah almarhum rencananya akan dimandikan di kompleks Al Jihad. Setelah itu, salat jenazah akan dilaksanakan secara berjemaah usai Salat Zuhur.
Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang beralamat di Jalan Garuda Baru. Kesempatan ini memungkinkan kerabat dekat dan rekan kerja untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung. Rangkaian prosesi akan berlanjut dengan pelaksanaan salat jenazah kedua di Masjid Al Mukarramah, Martapura, menandai perjalanan terakhir menuju tempat peristirahatan abadi.
Puncak prosesi pemakaman dijadwalkan usai Salat Asar, di mana jenazah akan dimakamkan di Taman Bahagia, Martapura. Lokasi ini dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir yang tenang, menghadap sang Pencipta, setelah sekian lama almarhum mengabdi untuk kemaslahatan umat dan daerah.
Kepergian H. Rudy Arifin memang menjadi kehilangan yang besar bagi Kalimantan Selatan. Namun, narasi tentang dedikasi, kepemimpinan, dan ketulusannya akan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Banua.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi-Nya untuk almarhum H. Rudy Arifin. Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya putra-putri dan cucu tercinta, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan yang luar biasa dalam menghadapi duka yang mendalam ini. Selamat jalan, Abah. Jejak pengabdianmu akan selalu abadi di hati masyarakat Kalimantan Selatan.