unique visitors counter
⌂ Beranda › News › September 2026: Mana Gunung Berapi yang Masih Berstatus Aktif?
News

September 2026: Mana Gunung Berapi yang Masih Berstatus Aktif?

Ilustrasi gunung berapi aktif di Indonesia
Jadwal Tayang Film Bioskop Trans TV 7-13 September 2026, Jangan Terlewat
A A Ukuran Teks16px

Pertanyaan tentang status Gunung Gede, Kelud, Salak, Tambora, hingga Toba kembali mengemuka seiring perhatian pada aktivitas gunung api di Indonesia.

Kelima gunung ini memiliki sejarah vulkanisme yang berbeda, sehingga kondisinya pada September 2026 tidak bisa disamakan.

Berdasarkan data Badan Geologi dan Smithsonian Global Volcanism Program, Gunung Gede, Kelud, dan Salak masih tergolong gunung api aktif yang dipantau.

Sementara itu, Tambora berada pada tingkat aktivitas yang lebih tinggi, dan Toba memiliki karakter unik sebagai kaldera raksasa dengan riwayat erupsi purba.

Gunung Gede: Aktif Meski Lama Tidak Meletus

Gunung Gede di Jawa Barat menjadi contoh bahwa gunung yang puluhan tahun tidak erupsi tidak otomatis menjadi gunung mati.

Badan Geologi mencatat erupsi terakhir Gede terjadi pada 1957, dengan kolom erupsi mencapai sekitar 3.000 meter di atas Kawah Ratu.

Dalam pemantauan sebelumnya, Gede berada pada Level I atau Normal.

Status Normal bukan berarti tidak ada aktivitas vulkanik, melainkan belum terlihat peningkatan aktivitas yang signifikan secara visual dan instrumental.

Oleh karena itu, aktivitas Gede tetap dipantau, dan wisatawan disarankan mengikuti rekomendasi keselamatan dari otoritas.

Kelud dan Salak: Masih Aktif dengan Catatan Erupsi

Gunung Kelud di Jawa Timur memiliki catatan erupsi yang lebih baru. Smithsonian mencatat erupsi terakhir pada 13 Februari 2014 dengan VEI 4.

Jeda lebih dari satu dekade sejak letusan besar itu tidak mengubah status Kelud sebagai gunung aktif.

Badan Geologi mencatat Kelud sebagai gunung api strato dengan karakter erupsi yang dapat bersifat eksplosif.

Sementara itu, Gunung Salak di Jawa Barat juga masih memiliki catatan aktivitas vulkanik. Data Badan Geologi menyebut erupsi terakhir terjadi pada 1938 di Kawah Cikaluwung Putri.

Kawasan kawah Salak diketahui masih memiliki fumarola dan solfatara. Smithsonian mencatat episode erupsi Salak pada 1938 sebagai erupsi terkonfirmasi dengan VEI 2.

Tambora dan Toba: Status Berbeda

Tambora masih aktif dan memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan Gede, Kelud, dan Salak. Namun, detail status terbaru Tambora pada September 2026 belum dirinci dalam sumber.

Adapun Toba memiliki karakter berbeda karena merupakan sistem kaldera raksasa dengan riwayat erupsi purba. Statusnya tidak disamakan dengan gunung api strato biasa.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru