Samsung memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB.
Keduanya dirancang untuk aplikasi berat dan multitasking, tetapi chip Apple memberikan fondasi performa yang sangat kuat.
RAM ekstra Samsung dan fleksibilitas Android membuat Fold 8 Ultra lebih menarik untuk multitasking berat dan alur kerja ala desktop.
Samsung membekali baterai 5000mAh dan mendukung pengisian kabel 45W, nirkabel 20W, serta reverse wireless 4,5W.
Kapasitas baterai iPhone Duo tidak disebutkan, tetapi mendukung pengisian kabel 50% dalam 20 menit dan nirkabel MagSafe atau Qi2 25W.
Samsung jelas memiliki pengaturan pengisian yang lebih serbaguna.
Reverse charging juga berguna untuk mengisi aksesori, memberi keunggulan praktis bagi Fold untuk pelancong dan pengguna berat.
Galaxy Z Fold 8 Ultra memenangkan bagian ini dengan baterai lebih besar, pengisian kabel lebih cepat, dan reverse wireless charging.
iPhone Duo tetap menarik bagi pengguna yang memprioritaskan silikon performa tinggi Apple.
iPhone Duo memakai sistem kamera ganda dengan sensor wide 48MP dan ultrawide 48MP.
Perangkat ini mendukung perekaman video canggih, termasuk Dolby Vision HDR, ProRes, dan spatial video.
Samsung melangkah lebih jauh dengan kamera utama 200MP, telefoto 10MP dengan zoom optik 3x, dan ultrawide 50MP.
Samsung juga merekam hingga 8K.
Samsung menawarkan fleksibilitas pemotretan yang jauh lebih besar, terutama untuk fotografi zoom.
Keunggulan Apple terletak pada perangkat video profesional yang ekstensif, membuat Duo lebih menarik bagi kreator video serius.
iPhone Duo memiliki kamera selfie under-display bersama kamera cover 12MP dengan autofokus.
Samsung memakai kamera ultrawide dalam 10MP dan kamera cover terpisah 10MP.