iPhone Duo akhirnya resmi menjadi ponsel lipat pertama Apple setelah lama menjadi rumor. Kehadirannya menandai form factor iPhone baru pertama dalam 19 tahun sejak iPhone original.
Namun, ponsel lipat bukan hal baru di industri. Galaxy Fold pertama sudah berusia tujuh tahun dan berbagai merek telah merilis banyak model sejak saat itu.
Bagi pengguna iPhone yang belum pernah memakai ponsel lipat, ada sejumlah kekurangan yang perlu diketahui. Apple disebut tidak serta-merta menghilangkan masalah-masalah tersebut.
Harga Masih Jadi Hambatan
Harga 2.000 dolar AS telah menjadi standar ponsel lipat flagship sejak awal. Apple tidak menjadi pihak pertama yang melanggar tren tersebut.
Setelah tujuh tahun, batas harga itu dinilai hanya menciptakan kesan superioritas. Harga hampir dua kali lipat ponsel flagship biasa tetap sulit diterima banyak orang.
Apple biasanya mampu mempertahankan harga tinggi berkat kekuatan merek. Namun, kegagalan produk mahal seperti Apple Vision Pro dan iPhone Air membuat perusahaan lebih berhati-hati.
Harga 2.000 dolar AS tetap terbilang tinggi untuk sebuah ponsel. Apple mungkin bisa meyakinkan konsumen, tetapi jaminan itu tidak sekuat dulu.
Kompromi pada Kamera, Baterai, dan Daya Tahan
Konsep ponsel dan tablet dalam satu perangkat masih dianggap bermasalah.
Tablet menawarkan layar lebih besar dan baterai lebih tahan lama, sedangkan layar lipat sering tidak jauh lebih besar saat dibuka.
Optimasi aplikasi yang kurang membuat ruang layar tidak selalu termanfaatkan. Menonton video di layar dalam juga dinilai tidak jauh berbeda dari layar luar.
Sisi ponselnya pun sering lebih tebal, lebih berat, dan memiliki kamera, baterai, termal, serta perlindungan debu dan air yang lebih buruk.
