Produsen telah membuat kemajuan besar, termasuk Oppo Find N6 dan lapisan matte nano pada iPhone Duo yang mengurangi pantulan.
Namun, lipatan pada iPhone Duo masih terlihat meski minimal. Jika hal itu mengganggu, ponsel lipat mungkin belum cocok untuk saat ini.
Beberapa Keunggulan iPhone Duo
iPhone Duo juga memiliki sejumlah keunggulan dibanding rivalnya. Salah satunya adalah dukungan aplikasi native.
Banyak aplikasi di ponsel lipat Android hanya meregang dan memperbesar tampilan di layar dalam.
Apple sudah menunjukkan sejumlah aplikasi yang beradaptasi dengan tata letak UI baru untuk kedua layar.
Dalam setahun, aplikasi utama diperkirakan akan memiliki pengalaman native yang dioptimalkan untuk Duo, melampaui capaian Android selama tujuh tahun.
Transisi antar layar juga ditangani lebih baik.
Game di layar luar dapat berpindah ke layar dalam tanpa jeda, dan layar dapat diputar dengan penyesuaian otomatis.
Mode setengah lipat dieksplorasi dengan serius.
Aplikasi dapat terbagi dua, keyboard terbelah sesuai orientasi, pemutar video menampilkan kontrol di bagian bawah, dan game menempatkan kontrol di separuh layar.
Perangkat juga bisa diletakkan terbalik di tepinya untuk mode nightstand dengan widget khusus. Ada banyak pemikiran dan niat dalam pemanfaatan desain lipat, bukan sekadar layar lebih besar.
Speaker stereo pada ponsel lipat sulit karena posisi kiri dan kanan terus berubah. iPhone Duo menempatkan satu speaker di satu sudut dan satunya secara diagonal.
Software kemudian menentukan arah pegangan dan menyesuaikan suara agar stereo tetap konsisten.
Secara keseluruhan, Apple telah membuat kemajuan penting dalam menjadikan ponsel lipat alternatif praktis. Namun, kategori ini masih diliputi masalah inheren yang butuh waktu dan rekayasa untuk diatasi.
Jika memiliki dana lebih dari 2.000 dolar AS, konsumen tetap disarankan mempertimbangkan opsi dengan cermat. Kompromi adalah nama permainan pada ponsel lipat saat ini.