Pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut sebuah pulau strategis di pintu masuk selatan Laut Merah, menurut dua pejabat pada Jumat.
Langkah itu membuka front baru dalam perang Iran dan semakin mengancam ekspor minyak Saudi melalui salah satu jalur pelayaran utama dunia.
Pulau Mayun, pulau vulkanik kecil dan gersang di dalam selat yang juga dikenal sebagai Perim, direbut pada Kamis.
Perebutan itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat militer senior dari pemerintah Yaman yang diakui internasional dan seorang pejabat Houthi.
Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada jurnalis.
Ini menjadi keuntungan teritorial terbesar Houthi dalam beberapa tahun, di sepanjang Selat Bab el-Mandeb.
Keuntungan itu dapat memperkuat strategi Iran untuk mendorong kenaikan harga minyak dan gas dunia guna menekan Amerika Serikat.
Arab Saudi menyerang bandara di kota pelabuhan terdekat, Mokha, yang direbut Houthi pada Kamis, menurut penyiar Houthi.
Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa.
Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, semakin mengandalkan Laut Merah untuk mengirim minyak mentahnya ke pasar.
Jalur itu menjadi alternatif Selat Hormuz, tempat Iran menyerang kapal-kapal.
Langkah Houthi menutup jalur Bab el-Mandeb yang lebarnya 28 kilometer membuat rute tersebut semakin rumit.
Pejabat Saudi menolak permintaan komentar dari The Associated Press mengenai perkembangan ini.
Dalam pernyataan Jumat, angkatan bersenjata Houthi membanggakan keuntungan di sepanjang pantai tanpa menyebut pulau, Mokha, atau Selat Bab el-Mandeb.
Mereka bersumpah melakukan eskalasi untuk eskalasi dalam konfrontasi dengan Arab Saudi.
Mereka juga menyatakan bahwa navigasi maritim aman bagi semua perusahaan kecuali kapal Saudi.
