Konflik Timur Tengah kembali memanas pada Selasa (9/9) setelah Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi, melukai 73 orang dan membakar instalasi minyak.
Sementara itu, militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran sebagai respons atas serangan rudal yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke kapal perang AS.
Iran kemudian membalas dengan menembakkan rudal balistik ke pangkalan AS di dekat Al Azraq, Yordania.
Serangan Houthi ke Arab Saudi
Houthi menyerang pangkalan udara di Khamis Mushait serta aset perusahaan minyak Saudi di Abha, Najran, dan Jazan.
Gambar satelit NASA menunjukkan kepulan asap hitam di atas kilang Jazan dan asap putih dari pusat distribusi minyak di Abha.
Otoritas Saudi melaporkan kebakaran di lokasi-lokasi tersebut dan mengatakan perempuan serta anak-anak termasuk di antara korban luka.
Pertukaran Serangan Iran-AS
Komando Pusat AS mengatakan tanker yang dihancurkan adalah bagian dari jaringan bayangan yang mendanai IRGC dan proksinya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa setiap upaya Iran menyerang kapal AS akan dibalas dengan kehilangan tanker.
Iran mengklaim serangan rudalnya ke Yordania menyebabkan kerusakan parah, tetapi Yordania mengatakan berhasil mencegat 18 dari 20 rudal.
Dua rudal jatuh di area tak berpenghuni dan tidak ada korban jiwa.
IRGC juga mengaku menyerang dua kapal perusak AS, namun militer AS belum memberikan tanggapan.
Iran mengancam akan menyerang kapal tanker di pelabuhan Kuwait dan Bahrain.
Sumber keamanan maritim melaporkan sebuah kapal LNG rusak di pelabuhan Khor Fakkan, UEA, meski pelakunya belum jelas.
