Seorang pejabat senior Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengerahkan aset militer ke Selat Hormuz.
Peringatan itu disampaikan Jumat (6/9/2026) melalui Al Mayadeen, jaringan berita berbasis di Lebanon yang dekat dengan Iran dan Hizbullah.
Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, jika Korea Selatan mengambil tindakan terhadap Iran di Selat Hormuz, Iran akan menganggapnya sebagai agresi militer langsung.
Tindakan tersebut juga akan dianggap sebagai partisipasi dalam perang melawan Iran.
Pejabat itu juga mendesak Seoul agar tidak mengorbankan kepentingan dan reputasinya dengan mendukung operasi militer Amerika Serikat.
Peringatan ini muncul saat Korea Selatan sedang mempertimbangkan kemungkinan kontribusi untuk mengamankan jalur air penting tersebut.
Washington terus menekan Seoul untuk ikut serta dalam upaya pengamanan Selat Hormuz.
Seoul pada Jumat mengatakan belum ada keputusan yang diambil.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan Washington masih menunggu Korea Selatan mengerahkan sumber daya ke kawasan tersebut.
Media melaporkan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu pembeli terbesar minyak Timur Tengah.
Pejabat Iran itu juga mengingatkan Seoul agar tidak mengorbankan kepentingan dan reputasinya dengan mendukung operasi militer Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa langkah Korea Selatan di Selat Hormuz akan dianggap sebagai agresi militer langsung dan partisipasi dalam perang melawan Iran.
