unique visitors counter
⌂ Beranda News Semburan Lava Gunung Anak Krakatau, BNPB: Status Siaga, Warga Jangan Panik
News

Semburan Lava Gunung Anak Krakatau, BNPB: Status Siaga, Warga Jangan Panik

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan semburan lava
A A Ukuran Teks16px

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan meningkat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, 4-5 September 2026.

Erupsi kali ini disertai semburan lava atau lava fountain serta suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunungapi Pasauran.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga tidak panik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan evaluasi dari PVMBG menunjukkan kondisi fisik tubuh gunung belum memicu bahaya longsoran besar.

"Tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 2018 masih relatif kecil.

Kondisi tersebut belum menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami," kata Berton dalam keterangan resminya, Sabtu, 5 September 2026.

Berdasarkan laporan pengamatan pada Sabtu periode 00.00–06.00 WIB, terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi ekstrem mencapai 21.600 detik atau sekitar 6 jam.

Intensitas lontaran material vulkanik bahkan membuat kamera CCTV pemantau di lapangan mati total akibat terhantam material erupsi.

Secara visual, cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dengan angin lemah menuju barat laut.

Semburan lava berbentuk air mancur terlihat jelas saat malam hari, meski asap kawah tidak teramati karena tertutup kabut.

"Gunung api terpantau mulai jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati," ucap Berton.

Status Siaga III dan Imbauan Zona Aman

Status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga).

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas di dalam zona bahaya radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Warga dan wisatawan diimbau tidak memasuki zona tersebut hanya untuk melihat erupsi secara langsung atau mengambil gambar dan video karena masih ada risiko lontaran material vulkanik.

"BNPB bersama PVMBG dan BPBD juga meminta masyarakat tetap mengutamakan informasi resmi terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau," terang Berton.

📰 Update Terbaru