unique visitors counter
⌂ Beranda News Duka Menyelimuti Kota Iran Usai Serangan Tewaskan 5 Orang di Pesta Pernikahan
News

Duka Menyelimuti Kota Iran Usai Serangan Tewaskan 5 Orang di Pesta Pernikahan

Wanita menangis di pemakaman korban serangan di Kuhestak, Iran
Duka Menyelimuti Kota Iran Usai Serangan Tewaskan 5 Orang di Pesta Pernikahan
A A Ukuran Teks16px

Duka mendalam menyelimuti kota kecil Kuhestak di Iran selatan setelah serangan rudal menghantam sebuah rumah yang sedang menggelar pesta pernikahan, menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa malam, ketika sekitar 150 wanita berkumpul di dalam rumah keluarga Mallahi untuk merayakan pernikahan putri mereka, sementara para pria mengadakan perayaan terpisah di bangunan lain sekitar 50 meter.

Menurut Ali Mallahi, sepupu pengantin wanita, ledakan menghantam ruangan tempat para wanita akan disajikan makan malam, namun saat itu perayaan baru saja dimulai dan pengantin belum tiba.

"Syukurlah, korban tidak lebih banyak," ujarnya kepada Associated Press (AP) yang melakukan kunjungan langka ke kota itu pada Jumat.

Korban dan Kerusakan

Lima orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, seorang remaja 16 tahun, dan dua wanita.

Seorang wanita lain yang terluka meninggal di rumah sakit pada Kamis.

Lebih dari 60 orang lainnya terluka. Di pintu masuk kota, poster besar menampilkan foto empat korban tewas.

Ledakan meninggalkan lubang menganga di atap ruangan yang terkena langsung, retakan besar di dinding berhias bunga, dan jendela pecah.

Material atap dan logam berserakan di halaman, bercampur dengan karpet dan peralatan rumah tangga.

Video yang ditayangkan media Iran menunjukkan dekorasi berwarna-warni dan daun palem berserakan di tanah.

Penyelidikan dan Dampak

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pada Kamis bahwa ia telah mendapat pengarahan tentang serangan pernikahan itu.

"Kami sedang menyelidikinya dengan sangat menyeluruh," katanya, seraya menambahkan bahwa AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tetapi "kadang-kadang hal-hal terjadi."

📰 Update Terbaru