Di tengah kepulan asap dan terik matahari yang menyengat lahan kering di Desa Sekubah, Kecamatan Selimbau, sebuah pemandangan hangat yang penuh makna kemanusiaan tersaji. Bukan sekadar tentang pemadaman api, melainkan tentang bagaimana pemimpin daerah dan aparat keamanan hadir langsung di garis depan, menyapa, dan menguatkan morale mereka yang sedang berjuang menyelamatkan "paru-paru" bumi dari si jago merah.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah hukum Polsek Selimbau sejak beberapa hari lalu memang menjadi ancaman serius. Namun, di balik kerasnya medan dan panasnya api, semangat gotong royong warga dan petugas justru menyala lebih terang.
Blusukan Pimpin di Garis Depan
Pada Rabu (2/9/2026), suasana lokasi kebakaran yang biasanya tegang seketika berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., didampingi oleh Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA., melakukan kunjungan langsung ke lokasi titik panas (hotspot).
Kedatangan orang nomor satu di Kapuas Hulu beserta Kapolres ini bukan tanpa alasan. Mereka membawa serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para petugas gabungan serta masyarakat yang telah berhari-hari berkutat dengan lumpur dan asap.
Langkah ini dinilai sangat tepat. Kehadiran pimpinan daerah dan kepolisian di tengah lokasi bencana memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para relawan, petugas damkar, hingga warga yang dengan sukarela meninggalkan aktivitas harian mereka demi memadamkan api.
Apresiasi untuk "Pahlawan" Lingkungan
Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, melalui Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali, S.A.P., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari program Polri yang Presisi dan humanis. Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk terima kasih yang tulus atas kerja keras luar biasa yang ditunjukkan oleh semua elemen.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi kami kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam menangani karhutla. Mereka telah menunjukkan semangat dan kepedulian yang tinggi dalam menjaga lingkungan serta membantu mencegah api agar tidak semakin meluas,” ujar IPTU Jamali di sela-sela kegiatan, Rabu (2/9/2026).
IPTU Jamali menekankan bahwa medan di Desa Sekubah tidaklah mudah. Akses yang sulit dan kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman menjadi tantangan fisik yang berat. Oleh karena itu, kehadiran bantuan logistik menjadi sangat vital untuk menjaga stamina para petugas.
Sinergitas Tanpa Batas: Kunci Pemadaman Cepat
Dalam operasi pemadaman kali ini, terlihat jelas wajah sinergitas antar-lembaga. Tidak hanya polisi, tampak personel Koramil 1206-10 Selimbau, tim BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, aparat kecamatan, hingga kepala desa dan warga setempat bahu-membahu.
“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan serta mencegah meluasnya kebakaran,” tambah IPTU Jamali.
Kolaborasi ini mencakup penggunaan sarana pemadam kebakaran yang memadai untuk membasmi api di permukaan, hingga teknik pendinginan (pembasahan total) pada area gambut dan tunggul pohon untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi menyala kembali (re-ignition).
Imbauan Keras untuk Masyarakat
Di tengah apresiasi tersebut, Polres Kapuas Hulu juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan edukasi preventif. Mengingat cuaca kering yang masih melanda wilayah Kalimantan Barat, kewaspadaan harus ditingkatkan.
Polres Kapuas Hulu mengajak seluruh masyarakat untuk:
- Tidak Membakar Lahan: Menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar karena risiko api yang sulit dikendalikan sangat tinggi.
- Lapor Cepat: Segera melapor ke pihak kepolisian atau pemadam kebakaran jika melihat titik api atau kepulan asap di sekitar lingkungan.
- Jaga Lingkungan: Membuang puntung rokok sembarangan di area kering bisa menjadi pemicu bencana.
“Kepedulian dan kebersamaan seperti ini sangat penting dalam menghadapi karhutla. Mari kita terus jaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi masa depan anak cucu kita,” pungkas IPTU Jamali.
Wajah Lain Polri di Hati Masyarakat
Kegiatan di Selimbau ini menjadi bukti bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelayan dan pelindung masyarakat. Di saat warga kesulitan, di saat alam murka, negara hadir melalui tangan-tangan polisi dan aparat lainnya yang siap bertaruh nyawa memadamkan api.
Semoga sinergitas yang terbangun di Desa Sekubah ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kapuas Hulu, bahwa dengan bersatu, bencana seberat apapun dapat diatasi.