Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan taringnya sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, tidak serta-merta memicu kepanikan di pesisir barat Banten. Di tengah dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau (PGA) Pasauran, denyut nadi kehidupan warga dan geliat pariwisata di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, justru terpantau berjalan normal dan stabil.
Bagi Anda yang telah merencanakan liburan akhir pekan ke kawasan pesisir Banten, tidak perlu membatalkan rencana tersebut. Pihak berwenang menegaskan bahwa kawasan wisata Anyer berada di luar zona bahaya dan aman untuk dikunjungi.
Dentuman Terdengar, Namun Warga Tetap Tenang
Erupsi menerus yang terjadi pada Sabtu pagi memang menimbulkan suara gemuruh yang terdengar jelas hingga ke pos pengamatan. Namun, dampak fisik maupun kepanikan sosial sama sekali tidak menyentuh wilayah Anyer.
Camat Anyer, Imron Ruhyadi, memberikan klarifikasi dan jaminan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang menikmati waktu liburan. Menurutnya, kekhawatiran berlebih tidaklah beralasan mengingat letak geografis Anyer yang sangat jauh dari pusat erupsi.
"Aktivitas warga di sini berjalan seperti biasa. Sesuai dengan imbauan resmi dan ketentuan terakhir dari pos pengamatan, zona berbahaya adalah radius 5 kilometer dari pusat kawah Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, jarak Anyer dari gunung tersebut mencapai 45 kilometer. Jadi, secara hitungan jarak, kawasan kami relatif sangat aman," ungkap Imron saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (5/9/2026).
Surga Akhir Pekan yang Tetap "Hidup"
Kondisi aman ini terbukti dari ramainya kunjungan wisatawan ke berbagai titik pantai di Anyer. Arus lalu lintas menuju kawasan ini terpantau lancar dengan dominasi kendaraan pribadi dan bus pariwisata yang membawa rombongan keluarga.
