unique visitors counter
⌂ Beranda News Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu

Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu

Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu
Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat dan kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal pada Selasa (12/8).

Serangan terjadi di Teluk Oman dan pintu masuk Laut Merah, dua titik penting bagi pasokan minyak dunia.

>>> Jadwal Persija Jakarta di Super League 2026/2027: Dua Laga Klasik di Pekan Awal

Prospek pengakhiran perang Iran tampak meredup setelah Teheran menyatakan Selat Hormuz tetap ditutup kecuali Washington memenuhi syaratnya.

Harga minyak naik dan pasar saham global melemah akibat pesimisme baru tentang cepatnya penyelesaian konflik.

Brent crude futures naik 1,4 persen menjadi 88,91 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS naik 1,3 persen menjadi 83,20 dolar.

Korban Jiwa di Laut Merah

Di ujung selatan Laut Merah, empat awak kapal tewas dalam dugaan serangan Houthi terhadap kapal kargo kecil di Selat Bab el-Mandeb.

Dua penolong asal Yaman dari kelompok militer anti-Houthi juga tewas, menurut Penjaga Pantai Yaman.

Korban jiwa di kapal milik Mesir, Tihamah, merupakan yang pertama sejak perang Iran dimulai.

Sementara itu, militer AS mengatakan helikopter MH-60 Angkatan Laut menembakkan dua rudal Hellfire untuk melumpuhkan kemudi kapal kargo berbendera Panama.

Kapal itu dianggap mengabaikan peringatan untuk menghentikan pelanggaran blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

>>> KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Ini Profil dan Pemiliknya

Retorika Meningkat

Pejabat keamanan tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Selat Hormuz akan tetap tertutup kecuali AS menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang.

Syarat itu termasuk pembebasan aset beku Iran dan penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza.

Sebelumnya, Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam 50 tahun perang dan serangan.

Trump juga menyatakan AS mengendalikan penuh Selat Hormuz dan Iran tidak lagi menjadi pengganggu di Timur Tengah.

Rezaei, yang baru diangkat sebagai wakil komandan badan koordinasi keamanan dan kebijakan luar negeri Iran, memberikan indikasi terkuat bahwa Selat Hormuz tidak akan segera dibuka.

Sebelum perang, Selat Hormuz menangani seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Ribuan orang tewas dalam konflik sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.

>>> Resmi Menikah, Berapa Anak Georgina Rodriguez dari Cristiano Ronaldo?

Penasihat komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Reza Naqdi, mengatakan korps sedang mengembangkan kemampuan operasi di wilayah musuh.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot