Pengawal Revolusi Iran mengklaim telah menyerang sebuah tanker minyak berbendera Togo di Selat Hormuz. Klaim itu disampaikan pada Jumat dan dilaporkan oleh kantor berita negara IRNA.
Dalam pernyataannya, tanker bernama Trend itu disebut menjadi sasaran dan ditahan setelah kebakaran terjadi di atas kapal.
Insiden tersebut dikaitkan dengan upaya pelayaran yang disebut ilegal melalui jalur air vital tersebut.
Sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, Teheran memberlakukan blokade efektif di selat itu. Iran juga ingin memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas.
Kapal-kapal yang dianggap berupaya menghindari rute yang diinginkan Iran menjadi sasaran serangan. Kebijakan itu menjadi bagian dari ketegangan di kawasan.
Laporan UKMTO dan Ketidakpastian Identitas Kapal
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Kamis mengumumkan adanya insiden keamanan di Selat Hormuz.
Lokasinya disebut 16 mil laut atau 29,6 km di timur laut Khasab, Oman.
UKMTO tidak memberikan rincian tentang kapal yang terlibat. Belum jelas apakah kapal yang dimaksud sama dengan yang disebut oleh Pengawal Revolusi Iran.
Dampak pada Pelayaran dan Ketegangan Kawasan
Selat Hormuz merupakan jalur air vital bagi pelayaran internasional, sehingga insiden terhadap kapal berbendera Togo ini menambah kekhawatiran akan keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.
Klaim Pengawal Revolusi Iran dan laporan UKMTO yang tidak merinci identitas kapal menunjukkan masih adanya ketidakpastian mengenai kronologi lengkap insiden di perairan dekat Khasab, Oman itu.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang memastikan apakah kedua laporan merujuk pada kapal yang sama, sementara ketegangan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian pihak-pihak terkait pelayaran.