Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pemulihan pada Agustus 2025.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan penambahan 162.000 lapangan kerja, jauh melampaui perkiraan analis yang hanya memprediksi 65.000.
Tingkat pengangguran tetap bertahan di angka rendah 4,1%. Kabar ini menjadi angin segar bagi pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu.
Revisi data juga menunjukkan perbaikan. Penambahan lapangan kerja pada Juni dan Juli direvisi naik sebesar 55.000.
Pada Juli, tercatat penambahan 21.000 pekerjaan, berbeda dari laporan awal yang menyebutkan pengurangan 23.000.
Sektor restoran dan bar menjadi pendorong utama dengan tambahan 59.000 pekerjaan. Sektor konstruksi menyusul dengan 22.000, dan manufaktur menambah 16.000 pekerjaan.
Jumlah angkatan kerja AS juga melonjak 683.000 orang pada Agustus. Angka ini kontras dengan penurunan yang terjadi pada Juni dan Juli.
Upah dan Inflasi Masih Menjadi Tantangan
Meski lapangan kerja bertambah, banyak rumah tangga masih berjuang dengan biaya hidup tinggi. Kenaikan upah rata-rata per jam hanya 3,1% year-on-year, terlemah sejak Mei 2021.
Laporan ini berpotensi mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan 15-16 September.
Penambahan tenaga kerja yang solid menandakan biaya pinjaman saat ini belum cukup tinggi untuk mendinginkan ekonomi.
Ketua Fed Kevin Warsh pekan lalu menyatakan inflasi masih jauh di atas target 2%.
Sementara itu, Gubernur Fed Christopher Waller cenderung mempertahankan suku bunga, tetapi akan mendukung kenaikan jika inflasi tinggi.
Inflasi juga dipicu oleh kelangkaan pekerja akibat kebijakan imigrasi Trump dan pensiunnya baby boomer. Banyak perusahaan beralih ke teknologi untuk menggantikan pekerjaan manual.
Fenomena Pasar Kerja 'No-Hire, No-Fire'
Para ekonom menyebut kondisi ini sebagai pasar kerja 'no-hire, no-fire'. Perusahaan enggan merekrut karyawan baru, tetapi juga segan memecat pekerja yang ada.
Jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan tetap rendah, sekitar 200.000 hingga 230.000. Ini menunjukkan tingkat PHK yang minim.
Namun, kondisi ini menyulitkan pekerja muda yang ingin mendapatkan pekerjaan entry-level. Mereka harus bersaing di pasar yang ketat.
Dengan tingkat pengangguran yang rendah, keamanan kerja bagi mereka yang sudah bekerja cukup terjamin. Tetapi, pertumbuhan lapangan kerja baru tidak sekuat sebelumnya.
