Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan bahwa fokus utama bank sentral Amerika Serikat saat ini adalah inflasi.
Pernyataan itu disampaikan Warsh dalam konferensi pers, tak lama setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023.
"Fokus utama kami adalah sisi stabilitas harga dari mandat kami. Faktanya, inflasi terlalu tinggi, dan sudah terlalu lama," ujar Warsh.
Stabilitas Harga Jadi Prioritas
Warsh menegaskan bahwa bank sentral AS menempatkan stabilitas harga sebagai prioritas utama dalam menjalankan mandatnya.
Ia menilai tingkat inflasi yang tinggi dan berkepanjangan menjadi dasar utama kebijakan moneter yang diambil The Fed.
Kenaikan suku bunga tersebut menjadi langkah pertama The Fed sejak 2023 dalam merespons tekanan harga yang dinilai belum mereda.
Dalam keterangannya, Warsh tidak menyebut angka inflasi tertentu maupun target suku bunga berikutnya.
Ia hanya menekankan bahwa kondisi inflasi yang terlalu tinggi dalam waktu lama menjadi perhatian utama bank sentral.
Pernyataan itu disampaikan di Washington, DC, dan menjadi sinyal arah kebijakan The Fed ke depan.
Warsh menyampaikan pernyataan itu di Gedung Federal Reserve Board William McChesney Martin Jr. di Washington, DC.
Ia berbicara dalam konferensi pers setelah bank sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga pertamanya sejak 2023.
Menurut Warsh, fokus pada stabilitas harga merupakan bagian dari mandat The Fed yang kini menjadi perhatian utama.
Ia menekankan bahwa inflasi yang tinggi dan berlangsung lama menjadi dasar langkah kebijakan moneter tersebut.
Pernyataan Warsh menegaskan bahwa The Fed menempatkan pengendalian inflasi sebagai prioritas dalam arah kebijakannya ke depan.
