unique visitors counter
⌂ Beranda News Pakar Pertanyakan Pembinaan Lapas pada Fahd A Rafiq
News

Pakar Pertanyakan Pembinaan Lapas pada Fahd A Rafiq

Ilustrasi pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Dosen Psikologi Forensik STIH Litigasi Reza Indragiri menyoroti rekam jejak Politikus Partai Golkar Fahd A. Rafiq yang kembali terseret dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut Reza, berulangnya kasus yang melibatkan Fahd semestinya menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pemasyarakatan maupun kementerian dan lembaga.

Ia menilai status Fahd sebagai residivis tindak pidana korupsi perlu dilihat dari dua sisi, termasuk efektivitas pembinaan narapidana oleh otoritas pemasyarakatan.

"Bahwa dia bolak-balik masuk penjara, itu karena dia bersalah. Tidak ada perdebatan," kata Reza, Rabu, 16 September 2026.

Risk Assessment dan Durasi Pembinaan

Reza mempertanyakan apakah mekanisme risk assessment benar-benar diterapkan terhadap Fahd selama menjalani masa hukuman.

Menurutnya, Ditjen Pemasyarakatan semestinya memiliki data mengenai tingkat risiko Fahd untuk kembali melakukan tindak pidana.

"Cobalah buka laporan risk assessment Ditjen Pemasyarakatan terhadap Fahd.

Di situ setidaknya ada dua data, yakni tingkat potensi residivisme Fahd dan program pembinaan yang diterapkan terhadap Fahd," ujarnya.

Jika asesmen risiko dilakukan secara optimal, semestinya dapat menjadi dasar penentuan program pembinaan yang sesuai dengan tingkat risiko seorang narapidana.

Reza juga menyoroti durasi pembinaan yang telah dijalani Fahd berdasarkan catatan yang disampaikannya.

Fahd pernah menjalani hukuman sekitar 2,5 tahun sebelum kembali terjerat perkara korupsi sekitar tiga tahun setelah keluar dari penjara.

Fahd kemudian kembali berurusan dengan perkara pidana pada 2017 dan menjalani kurungan penjara sekitar empat tahun.

Setelah kurang lebih lima tahun bebas dari penjara, ia kembali diringkus dan diduga mengulangi perilaku koruptifnya pada tahun ini.

"Walau tidak begitu menggembirakan, data di atas mengindikasikan bahwa semakin lama Fahd direhabilitasi di balik jeruji besi, kekambuhannya juga tertunda lebih lama," ucapnya.

📰 Update Terbaru