unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran
Hiburan

Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran

Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan miliarder pro-Israel
Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Nama miliarder Amerika Serikat Robert Kraft kembali menjadi sorotan setelah ia mengonfirmasi menekan Ed Sheeran dan promotor untuk mendepak rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour di AS.

Tekanan itu muncul setelah Macklemore menyuarakan dukungan kepada Palestina dari atas panggung saat menjadi opening act konser Ed Sheeran di MetLife Stadium pada 4 dan 5 September.

Kraft, pemilik Gillette Stadium di Massachusetts, menilai aksi dan seruan Macklemore telah melampaui batas.

"Berdasarkan tindakan Macklemore baru-baru ini, materi yang dibagikan dari atas panggung selama pertunjukan Ed Sheeran di New Jersey, dan sejarah retorika dan gambaran antisemit yang lebih luas yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi," kata Kraft.

"Kami memutuskan bahwa partisipasinya dalam konser tanggal 25 dan 26 September di Stadion Gillette akan melewati batas tersebut," tuturnya dalam pernyataan yang dibagikan kepada ESPN.

Tekanan tersebut berujung pada keputusan pembatalan penampilan Macklemore di sejumlah stadion.

Siapa Robert Kraft?

Pria berusia 85 tahun ini dikenal sebagai pengusaha Yahudi AS yang memimpin grup bisnis Kraft Group sekaligus pemilik klub American Football tersohor, New England Patriots.

Dengan estimasi kekayaan lebih dari US$13 miliar atau sekitar Rp229,94 triliun (US$1=Rp17.688) versi Forbes, Kraft menjadi salah satu figur paling berpengaruh di ranah olahraga dan bisnis Amerika Serikat.

Lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi Ortodoks, Robert Kraft dikenal sangat vokal menyuarakan kepentingannya membela Israel.

Komitmen tersebut ia tunjukkan lewat gelontoran dana puluhan juta dolar untuk berbagai yayasan dan kampanye pro-Israel, hingga menyabet penghargaan Genesis Prize pada 2019 yang kerap dijuluki sebagai Piala Nobel Yahudi.

📰 Update Terbaru