unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran
Hiburan

Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran

Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan miliarder pro-Israel
Profil Robert Kraft, Miliarder Pro-Israel di Balik Didepaknya Macklemore dari Tur Ed Sheeran
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan sempat menyebut Kraft sebagai salah satu sahabat paling setia bagi negaranya.

Pengaruh politik dan finansial Kraft juga terbukti dalam berbagai aksi kontroversialnya.

Pada 2024, ia secara terbuka mencabut donasi finansialnya untuk Universitas Columbia akibat gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang membela Palestina.

Di luar aktivitas bisnis dan politiknya, nama Kraft juga pernah menyita perhatian publik awal tahun ini ketika namanya terkait dengan Epstein files.

Ketika Kraft didakwa meminta prostitusi pada 2019, dia menunjuk salah satu pengacara Jeffrey Epstein ke tim hukumnya.

Tuduhan tersebut dibatalkan pada 2020.

Macklemore vs Kraft

Terkait permasalahan ini, Macklemore menjadi pihak pertama yang buka suara bahwa dirinya telah didepak dari rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika.

Lewat unggahan di Instagram, ia blak-blakan soal pengaruh Kraft dalam keputusan itu.

"Ed memberi tahu saya bahwa Kraft mengatakan saya tidak akan diizinkan tampil di stadionnya," tulis Macklemore.

Dia juga mengklaim bahwa Sheeran memberitahunya bahwa Kraft telah mengumpulkan pemilik stadion lain, yang secara kolektif mengeluarkan ultimatum, "Jika Macklemore tetap ikut tur, Anda tidak akan diizinkan bermain di venue kami."

Sementara itu, pernyataan publik Kraft mengenai masalah ini tidak menjawab klaim bahwa miliarder tersebut melobi pemilik stadion lain.

Dia mengatakan dia senang duduk bersama Macklemore dan berbicara langsung.

Kraft membela keterlibatannya dalam mencegah Macklemore tampil di stadionnya sendiri dalam sebuah pernyataan.

"Keputusan ini bukan tentang mengurangi penderitaan warga Palestina yang tidak bersalah atau menolak hak siapa pun untuk melakukan advokasi atas nama mereka," kata Kraft.

📰 Update Terbaru