Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menekan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga. Ia mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit dengan AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (5/9) melalui unggahan di platform Truth Social. Ia menilai suku bunga tinggi menempatkan AS pada posisi yang sangat tidak adil.
"Suku bunga tinggi menempatkan AS pada posisi yang sangat tidak adil, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi!"
tulis Trump. Ia juga menuntut agar AS memiliki suku bunga terendah di dunia.
Dalam unggahan tersebut, Trump menulis dengan huruf kapital: "LOWER THE RATE OR I'LL STOP TRADING WITH COUNTRIES WITH WHICH WE HAVE A DEFICIT."
Artinya, ia akan berhenti berdagang dengan negara-negara yang memiliki defisit jika suku bunga tidak diturunkan.
Tekanan ini muncul setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penciptaan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan pada Agustus.
Hal ini mendorong para pedagang untuk meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga bulan ini.
Trump sebelumnya telah berulang kali mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga. Namun, The Fed dikenal independen dalam menentukan kebijakan moneternya.
Ancaman Trump untuk menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang defisit dapat memicu ketegangan ekonomi global. Namun, belum jelas bagaimana ancaman tersebut akan diimplementasikan.
Para analis menilai pernyataan Trump lebih bersifat politis, mengingat The Fed biasanya tidak menuruti tekanan presiden. Keputusan suku bunga akan diumumkan dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang.