Saham-saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Jumat (5/9/2026) setelah pemerintah melaporkan penambahan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan.
Data ketenagakerjaan yang kuat ini membuka ruang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan guna menekan inflasi.
Indeks S&P 500 turun 0,5 persen pada perdagangan pagi.
Dow Jones Industrial Average melemah 378 poin atau 0,7 persen, sementara Nasdaq komposit terkoreksi 0,4 persen.
Kenaikan saham teknologi membantu membatasi penurunan di sektor lain.
Saham Nvidia naik 1,9 persen, Micron Technology menguat 4,3 persen, dan Sandisk melonjak 8,7 persen.
Sebaliknya, Lululemon Athletica ambles 19,1 persen setelah pendapatan kuartalnya di bawah estimasi analis dan menurunkan proyeksi tahun fiskal penuh.
Pasar di Eropa dan Asia bergerak campuran. Imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang sempat turun beberapa hari terakhir, mayoritas naik.
Imbal hasil Treasury 10 tahun yang mempengaruhi suku bunga KPR bertahan di 4,77 persen, setelah sempat berada di level 4,20 persen pada awal 2026.
Imbal hasil Treasury 2 tahun yang erat mengikuti ekspektasi pergerakan suku bunga Fed naik ke 4,37 persen dari 4,34 persen pada Kamis.
Angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun yang sebesar 3,50 persen.
Data Tenaga Kerja dan Prospek Suku Bunga
Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa perekrutan pada Agustus mencapai 162.000, jauh melampaui perkiraan 65.000 yang diharapkan para ekonom.
Revisi data juga positif, dengan penambahan 55.000 pada payroll Juni dan Juli. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1 persen.
Pasar tenaga kerja yang lebih kuat dapat mempersulit tugas Fed yang harus menyeimbangkan dukungan pertumbuhan lapangan kerja dengan pengendalian inflasi.
