unique visitors counter
⌂ Beranda News Dago Dairy Tutup Usai 2 Tahun Kesulitan Cari Pekerja, Ini Alasannya
News

Dago Dairy Tutup Usai 2 Tahun Kesulitan Cari Pekerja, Ini Alasannya

Dago Dairy Tutup Usai 2 Tahun Kesulitan Cari Pekerja, Ini Alasannya
Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime, Tutup Usia di 85 Tahun
A A Ukuran Teks16px

Peternakan sapi Dago Dairy di Bandung resmi mengakhiri operasionalnya setelah hampir dua tahun berjuang menghadapi kekurangan tenaga kerja.

Kabar penutupan ini disampaikan melalui akun Instagram @dago_dairy pada 27 September.

>>> Update Rating TV Sabtu 29 Agustus 2026: Indosiar Tak Terkalahkan, SCTV Lakukan Gebrakan Ekstrem dengan 4 Sinetron Sekaligus!

Dalam video yang diunggah, Mark Hallet atau Mr. Mark bersama istrinya, Yanti, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

"Kami sedang menutup Dago Dairy. Selama dua tahun kami tidak dapat mendapatkan pekerja pertanian.

Selain itu, dua putra kami juga tidak ingin mengambil alih pertanian. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami," demikian pernyataan mereka, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kekurangan Pekerja Jadi Tantangan Utama

Mengelola peternakan sapi bukan pekerjaan yang bisa berhenti begitu saja ketika tenaga kerja berkurang.

Pemberian pakan, perawatan sapi, kebersihan kandang, hingga berbagai aktivitas lain harus dilakukan secara rutin.

Situasi inilah yang membuat operasional Dago Dairy semakin sulit dipertahankan.

Ketika jumlah pekerja tidak mencukupi, sebagian pekerjaan harus ditangani langsung oleh pemilik dengan tenaga yang terbatas.

>>> Polda Metro Jaya: Viral Pria Diduga TNI Diamankan Saat Demo Hanyalah Kesalahpahaman

Dalam video tersebut, Mr. Mark dan Yanti menceritakan kondisi yang mereka alami selama menjalankan usaha.

Mereka telah mencoba bertahan selama hampir dua tahun di tengah kesulitan mendapatkan orang yang bersedia bekerja di peternakan.

"Selama hampir dua tahun kami kesulitan mencari pekerja," jelas pihak Dago Dairy dalam video yang diunggah melalui media sosial.

Persoalan tersebut pada akhirnya bukan hanya menyangkut jumlah tenaga kerja, tetapi juga keberlanjutan usaha.

Peternakan membutuhkan pengelolaan yang konsisten sehingga kekurangan pekerja dalam waktu lama dapat memberikan tekanan terhadap kegiatan operasional.

Tidak Ada Penerus dari Keluarga

Keputusan menutup peternakan juga berkaitan dengan keberlanjutan usaha dari sisi keluarga.

>>> Cuaca Panas? Ini 9 Cara agar Liburan Pantai Tidak Bikin Gerah

Dua putra Mark dan Yanti disebut tidak memiliki keinginan untuk meneruskan bisnis peternakan sapi tersebut.

📰 Update Terbaru