Fenomena baru muncul di industri K-pop: penggemar paruh baya di Amerika Serikat justru menjadi pembeli terbesar album fisik berharga tinggi.
Temuan ini terungkap dalam laporan Billboard bertajuk "K-Pop Fandom in the U. S."
yang disusun berdasarkan survei terhadap 1.304 penggemar K-pop di negara tersebut.
Laporan itu menyebutkan, 55 persen penggemar berusia 45 hingga 54 tahun membeli box set album yang dibundel dengan merchandise.
Angka ini merupakan proporsi tertinggi dibandingkan kelompok usia lain.
Hal ini mematahkan asumsi lama bahwa K-pop hanya digemari remaja dan orang berusia 20-an.
K-pop Dongkrak Penjualan CD di AS
K-pop juga berperan besar dalam kebangkitan penjualan CD di Amerika Serikat, format yang sempat dianggap akan punah di era streaming.
Menurut Luminate "2026 Midyear Report", penjualan CD di AS naik 16 persen year-on-year menjadi 16,3 juta kopi pada paruh pertama tahun ini.
Namun, jika rilisan K-pop tidak dihitung, kenaikannya hanya 6,7 persen. Luminate menyimpulkan K-pop menjadi pendorong utama kenaikan penjualan CD di AS.
Delapan dari 10 CD terlaris di AS pada periode yang sama adalah album K-pop.
Tiga posisi teratas ditempati BTS "ARIRANG", ENHYPEN "THE SIN: VANISH", dan ATEEZ "GOLDEN HOUR: Part. 4".
Fenomena ini tidak lepas dari budaya fandom yang memperlakukan CD sebagai barang koleksi, bukan sekadar media mendengarkan musik.
Sebanyak 52 persen responden mengaku membeli beberapa versi album yang sama, terutama untuk mengumpulkan photocard member yang berbeda di tiap edisi.
Selain itu, 41 persen responden menghabiskan lebih dari 100 dolar AS per tahun untuk CD K-pop.