unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan All Wishes Come True: Animasi Heist dengan Mitologi Delapan Dewa
Hiburan

All Wishes Come True: Animasi Heist dengan Mitologi Delapan Dewa

Adegan film animasi All Wishes Come True
All Wishes Come True: Animasi Heist dengan Mitologi Delapan Dewa
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara sekaligus penulis naskah Mu Zhengyang layak mendapat pujian tertinggi. Ia membuktikan bahwa proyek debut bisa langsung menjadi karya besar lewat All Wishes Come True.

Langkah nekat Mu Zhengyang terlihat dari cara ia meracik ulang mitologi klasik Eight Immortals atau Delapan Dewa. Kisah itu dikemas dalam balutan aksi petualangan komedi bernuansa heist.

Ia berani menyajikan kisah tersebut dalam durasi 144 menit, yang cukup panjang untuk sebuah animasi. Namun, kecerdasan Mu Zhengyang dalam membungkus cerita membuat pertaruhan itu terbayar tuntas.

All Wishes Come True sukses besar mendominasi box office Tiongkok dan kebanjiran pujian dari penonton hingga kritikus.

Kesuksesan itu hadir berkat banyak aspek, salah satunya keputusan cerdas dalam sudut pandang penceritaan.

Saat meramu ulang kisah The Eight Immortals Cross the Sea, Mu Zhengyang tidak langsung fokus pada satu dewa.

Ia justru membuka cerita dari kacamata manusia biasa yang hidupnya terdampak hilangnya Lentera Yu Xu.

Pilihan ini memberikan bobot emosional yang pas pada sekelompok tokoh utama yang sejak awal diposisikan seperti manusia biasa, bahkan pencuri kelas teri.

Visual Memukau dan Desain Karakter yang Hidup

Selain fondasi cerita, kekuatan utama film ini terletak pada aspek visualnya.

Penonton dibuat terpukau sejak diajak masuk ke Penglai, utopia megah berselimut awan tempat dewa dan manusia hidup berdampingan.

Teknologi mutakhir seperti perahu melayang dan sistem transportasi magis terasa wajar dan mempertegas aura kedewaan penghuninya. Desain karakter Delapan Dewa beserta pusakanya digarap teliti berdasarkan deskripsi teks tradisional.

Gestur, raut wajah, hingga sorot mata tiap tokoh, terutama Zhongli Quan dan Lu Dongbin, terasa hidup. Mereka mampu mengutarakan emosi hanya dari tatapan mata.

📰 Update Terbaru