unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Drama Malaysia Madu Atau Racun Ditarik Sementara Usai Kontroversi
Hiburan

Drama Malaysia Madu Atau Racun Ditarik Sementara Usai Kontroversi

Serial Madu Atau Racun
Drama Malaysia Madu Atau Racun Ditarik Sementara Usai Kontroversi
A A Ukuran Teks16px

Serial Malaysia Madu Atau Racun memicu kontroversi di kalangan penonton hingga membuat rumah produksi dan layanan streaming mengambil langkah penyuntingan serta permintaan maaf.

Kisah Madu Atau Racun sesungguhnya dibuka dengan kematian seorang suami di rumahnya. Ia selama ini tinggal di rumah bersama kedua istrinya.

Kedua istrinya kemudian kompak mengatakan suami mereka meninggal karena kecelakaan.

Permasalahan pun bermula ketika penonton menyadari beberapa adegan dalam Madu Atau Racun mengarah ke unsur LGBTQ+ atau unsur-unsur yang dianggap tidak sejalan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai budaya Timur.

Sejumlah pengguna mendesak agar seri tersebut dihapus dari platform penayangan iQIYI.

Kontroversi tersebut dengan cepat meluas ke luar media sosial, mendorong pihak berwenang Malaysia dan perwakilan industri untuk meminta klarifikasi dari tim produksi serta iQIYI.

The Star Malaysia pada Rabu (2/9) memberitakan pemerintah Malaysia turut bersuara menolak penayangan Madu Atau Racun karena kekhawatiran terkait sensitivitas keagamaan dan nilai-nilai budaya setempat.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Senator Dr. Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah menolak penayangan streaming Madu Atau Racun.

Ia mengatakan konten yang menyentuh sensitivitas keagamaan dan norma budaya setempat harus dibatasi, terutama demi melindungi akidah dan nilai-nilai moral generasi muda.

Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) juga menyatakan dukungannya terhadap sikap menteri tersebut dan memantau drama itu berdasarkan pedoman yang berlaku untuk konten siaran bernuansa Islam.

Sebelumnya, JAKIM telah mengajukan laporan kepada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) terkait seri drama ini.

Penarikan Sementara dan Permintaan Maaf

Menyusul kontroversi tersebut, perwakilan dari iQIYI selaku perusahaan produksi, serta sejumlah badan industri dan regulator Malaysia mengadakan pertemuan untuk membahas drama ini.

📰 Update Terbaru