Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menandatangani perintah eksekutif terkait daging sapi pada Jumat, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini.
Salah satu sumber mengatakan perintah itu akan berkaitan dengan pelabelan negara asal untuk daging sapi.
Trump dijadwalkan menandatangani perintah eksekutif secara tertutup pada pukul 13.30 waktu setempat (1730 GMT).
Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar.
Pekan lalu, Trump mengatakan akan memeriksa apakah terlalu banyak regulasi yang membatasi peternak untuk menyembelih sapi mereka sendiri.
Ia juga menandatangani perintah untuk sementara meningkatkan impor daging sapi dengan tarif lebih rendah demi menekan harga konsumen yang mencapai rekor tertinggi tahun ini.
Peternak dan kelompok pertanian sangat menentang rencana itu karena dinilai merugikan produsen Amerika.
Sebagian peternak mendesak adanya pelabelan negara asal yang wajib untuk daging sapi, dengan alasan dapat mendukung produsen domestik dan memberi transparansi bagi konsumen.
Berdasarkan regulasi saat ini, perusahaan daging dapat secara sukarela menambahkan label 'Produk AS' untuk daging yang lahir, dibesarkan, dan disembelih di Amerika Serikat.
Latar Belakang Kebijakan Impor Daging Sapi
Langkah Trump untuk sementara meningkatkan impor daging sapi dengan tarif lebih rendah bertujuan menekan harga konsumen yang telah mencapai rekor tertinggi tahun ini. Namun, para peternak dan kelompok pertanian menentang rencana tersebut karena dinilai akan merugikan produsen dalam negeri. Mereka berpendapat bahwa kebijakan impor yang lebih longgar dapat mengancam mata pencaharian peternak lokal dan mengurangi daya saing produk domestik. Di sisi lain, sebagian peternak justru mendukung penerapan pelabelan negara asal yang wajib untuk daging sapi, dengan harapan dapat meningkatkan transparansi bagi konsumen dan mendukung produsen lokal. Saat ini, regulasi yang berlaku masih bersifat sukarela, sehingga konsumen sering kali tidak mengetahui asal-usul daging yang mereka beli. Perintah eksekutif yang akan ditandatangani Jumat ini diharapkan dapat menjawab berbagai kekhawatiran tersebut, baik dari sisi regulasi maupun dampaknya terhadap industri peternakan Amerika.